Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Polres Labuhanbatu Tak Pernah Kontak Kepabeanan Tanjungbalai Terkait Bawang Dan Ketan Illegal

Polres Labuhanbatu Tak Pernah Kontak Kepabeanan Tanjungbalai Terkait Bawang Dan Ketan Illegal

Aek Kanopan, suarasumut.com – Aroma tidak sedap kian menebar dari balik misteri lenyapnya ratusan ton bawang merah dan beras ketan illegal yang sempat diamankan oleh petugas Satreskrim Polres Labuhanbatu dari perairan Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), sekira dua pekan lalu.

Aroma tidak sedap ini semakin kentara setelah adanya keterangan dari sumber di Kantor Bea Cukai dan Kepabeanan Tanjungbalai yang menyebutkan bahwa pihak Polres Labuhanbatu tidak pernah menghubungi mereka terkait adanya penangkapan barang-barang illegal tersebut.

“Tidak pernah, Polres Labuhanbatu tidak ada menghubungi kami terkait persoalan itu,” ujar sumber yang merupakan pejabat bagian umum di kantor itu, rabu, 6/8.

Keterangan sumber ini tentunya sangat bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan Kasatreskrim Polres Labuhanbatu AKP Hendra, saat dikonfirmasi selasa, 5/8, kemarin di ruang kerjanya.

Saat itu Hendra menerangkan, pihaknya telah menghubungi kantor Bea Cukai dan Kepabeanan Tanjungbalai untuk menitipkan barang illegal tersebut, namun katanya, saat itu pihak Bea Cukai tidak bisa menerimanya dengan alasan libur Hari Raya Idul Fitri.

Keterangan yang sangat tidak relevan ini, tentunya semakin menguatkan dugaan adanya aksi “main mata” antara Polres Labuhanbatu dengan sang cukong pemilik barang tersebut beserta kapal yang mengangkutnya. Kisah bak “Film Kartun” berupa terjadinya penghadangan oleh ratusan orang warga yang dipaparkan AKP Hendra, tampaknya semakin diragukan kebenarannya.

Tidak hanya itu, saat wartawan menelusuri dan mencari-cari keterangan di sekitaran daerah Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, warga disana mengatakan, tidak pernah terjadi aksi penghadangan terhadap kapal pengangkut barang apa di daerah itu. “Gak ada itu bang. Gak pernah ada massa yang menghadang kapal disini,” ujar seorang warga tempatan yang minta identitasnya tidak disebutkan.

Informasi diperoleh di sekitaran daerah tersebut, ada dugaan Polres Labuhanbatu telah terlibat aksi “main mata” dengan cukong pemilik barang atas bantuan mediasi oleh seseorang berinisial UL yang juga merupakan warga tempatan.

Hingga berita ini ditulis, wartawan suarasumut.com masih terus mencari dan menelusuri jejak misteri raibnya ratusan ton barang illegal bernilai milyaran rupiah tersebut.(rz/ss/lu)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.