Beranda ›› Headline ›› Polres Labuhanbatu Musnahkan Bawang Merah Ilegal

Polres Labuhanbatu Musnahkan Bawang Merah Ilegal

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu bekerjasama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Balai, Asahan, memusnahkan sebanyak 2.350 zak bawang merah ilegal dan sepatu monja yang berhasil diamankan pihak Polres pada 17 Juni 2015 lalu dan Jumat, 16 Oktober 2015 sekira pukul 19.30 Wib lalu.

Bawang merah ilegal yang dimusnahkan itu, sebanyak 3 truck. Diamankan di Jalinsum KM 325-326 depan Pos Lalulintas Dusun Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel.

“Kegiatan ilegal ini jelas merugikan petani Indonesia, dan apabila masih ada akan kita sikat, ini kejahatan pertanian yang sudah sangat meresahkan, dan ini sesuai atensi Kapolri dan visi misi Presiden Jokowi,”Kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK, MH, Rabu (4/11).

Selain memusnahkan sebanyak 2.350 bawang ilegal, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak pabean dalam penanganan kasus serupa yang telah diamankan pihaknya beberapa minggu lalu.

“Ada juga sebanyak 6 truck barang ilegal lainnya, yang terdiri dari beras pulut, monza berbentuk sepatu, kasus ini kami serahkan ke pihak bea cukai untuk dapat ditindaklanjuti penyidikannya,” ungkap Teguh.

Tampak hadir, Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Tumpal Sagala SH, Kajari Rantauprapat diwakili Naharuddin Rambe, Dandim 0209/LB diwakili Pabung Mayor Inf Prinaldi , Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Balai, perwakilan Bea dan Cukai Belawan, serta jajaran Kanit Polres Labuhanbatu.

Sementara itu Kepala Pusat Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Kekarantinaan, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI Arifin Tasrif mengatakan,Kedaulatan dan kemandirian pangan mesti terus ditingkatkan. Salahsatunya, upaya dalam rangka membendung pangan-pangan ilegal yang masuk ke dalam negara Indonesia.

“Karena itu kejahatan ekonomi dan kejahatan masyarakat yang sangat mengancam dan merugikan serta pembunuhan karakter petani kita,” ungkap Arifin Tasrif.

Dikatakannya, pihak Kekarantinaan Kementan saat ini tengah menjalin kerjasama dengan pelbagai pihak dalam upaya pemantauan dan monitoring masuknya pangan ilegal ke dalam negeri. Di laut kerjasama dengan Asops TNI AL, di darat dengan TNI AD dan Dirjen Bea Cukai.

“Hasilnya cukup banyak yang terjaring. Semua upaya dilakukan untuk memaksimalkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Penjab Bupati Labuhanbatu Drs Amran Utheh pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah melakukan pengamanan terhadap kegiatan ilegal tersebut.

“Ini adalah kegiatan yang meresahkan, saya memberikan apresiasi yang tinggi atas adanya penangkapan bawang merah ilegal ini, mudah- mudahan ini menjadi momok bagi mafia lainnya untuk tidak melakukan aksi selanjutnya,” kata Amran Utheh.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.