Beranda ›› Foto & Video ›› Polres Labuhanbatu Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur Warga Cikampak

Polres Labuhanbatu Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur Warga Cikampak

Labusel | suarasumut.com  –  TS (17) diduga korban pencabulan dan memiliki keterbelakangan mental warga Simpang Tiga Cikampak Desa Aekbatu Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan sampai saat ini mengalami trauma dan ketakutan jika diajak orang tuanya ingin keluar rumah dan membuat keluarga khawatir.

Rasa trauma yang dialami korban semenjak dari kejadian peristiwa dugaan pencabulan terhadap TS yang dilakukan seorang pria sudah berkeluarga berinisial RP (22), yang masih juga warga Cikampak sekitar pada bulan maret yang lalu (19/3) disebuah rumah kosong Dusun Kandang Motor Desa Aekbatu Kecamatan Torgmamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Kasus ini sudah satu bulan lebih dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Labuhanbatu, namun sejauh ini belum ada perkembangan. Padahal visum sudah dilakukan dan saksi-saksi pun sudah memberikan keterangan,” kata Matio Situmorang, 53 ayah korban kepada wartawan, Selasa (10/5).

Dikatakan, saat ini mereka terpaksa memingit putrinya itu, karena khawatir pelaku akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Apa lagi kata dia, pasca kejadian itu putrinya yang mengalami keterbelakangan mental itu merasa trauma dan ketakutan. “Kami khawatir karena pelaku sampai sekarang masih bebas berkeliaran,” katanya.

Diceritakan, peristiwa naas itu dialami putri bungsunya pada, Sabtu (19/3) malam lalu. Ketika itu pelaku mengajak korban dengan iming-iming dibelikan bakso. “Karena memang anak saya sebelumnya sudah kenal, makanya mau ikut,” katanya.

Namun kata dia, bukannya beli bakso, putrinya itu justru dibawa ke sebuah rumah kosong di kawasan Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu. Di tempat itu sambung dia, pelaku membuka baju putrinya, memegangi tubuh dan berbuat tidak senonoh. “Namun ketika hendak diperkosa, putri saya menjerit hingga pelaku kabur meninggalkan tempat itu,” katanya.

Tidak terima atas perlakuan itu, keesokan harinya, Minggu (20/3), korban bersama keluarkan kemudian melaporkan peristiwa itu ke polisi. Laporan tersebut telah diterima, sesuai dengan bukti pelaporan STPLP/566/III/2016/SU/RES-LBH.

“Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan berarti. Kemarin kami disurati dari Polres katanya mau olah TKP pada, Senin, 2 Mei lalu, namun batal. Kami berharap agar pelaku segera ditahan, karena kami khawatir terhadap putri kami,” katanya.(zn/ss-ls)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.