Beranda ›› Headline ›› PN Rantauprapat Kangkangi UU Narkotika?, Anggota Sabhara Ini Miliki 30-an Gram Sabu Hanya Divonis 1 Tahun

PN Rantauprapat Kangkangi UU Narkotika?, Anggota Sabhara Ini Miliki 30-an Gram Sabu Hanya Divonis 1 Tahun

Rantauprapat, suarasumut.com – Sekalipun Brigadir Polisi Kepala (Brigpol Ka) Syirwan Sabran Ambarita anggota Sabhara Polres Labuhanbatu yang memiliki 30-an gram sabu-sabu dituntut 14 tahun pidana penjara, namun Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Armansyah Siregar SH MH, Jhonson FE Sirait SH, dan Mince S Ginting SH hanya memvonis 1 tahun pidana penjara.

Padahal, sesuai dakwaan primer Pasal 112 junto Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pelaku yang memiliki, menyimpan, menguasa, atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram dipidana paling singkat 5 tahun junto 6 pidana penjara.

Informasi yang dihimpun suarasumut hingga Minggu (21/6), Brigadir Polisi Kepala (Brigpol Ka) Syirwan Sabran Ambarita merupakan target yang sudah lama diincar jajaran Polres Labuhanbatu itu berhasil ditangkap pada hari Rabu tanggal 03 Desember 2014 sekitar pukul 13.00 Wib di Lingkungan Lingga Tiga Desa Lingga Tiga Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Keberhasilan jajaran Polres tersebut merupakan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat yang layak dipercaya. Mendapat informasi tersebut, jajaran Polres Labuhanbatu langung menuju kediaman Syirwan Sabran Ambarita yang saat itu sedang nonton TV di ruangan belakang.

Anehnya, Humas yang juga Wakil Ketua sekaligus Koordinator Pengawas di PN Rantauprapat, R Aji Suryo malah bersikap ogah-ogahan memberikan penjelasan atas konfirmasi yang ditujukan padanya. Menurut R Aji Suryo, Hakim Ketua Majelis, Armansyah Siregar SH yang telah masuk daftar mutasi sejak 13 Maret lalu itu telah berangkat ke Bukit Tinggi-Sumatera Barat. “Kalau ngikuti sidangkan mudah menjelaskannya. Ini Hakim Ketuanya, Armansyah sudah berangkat tadi pagi,” kata R Aji Suryo.

Anehnya lagi, R Aji Suryo malah mendalihkan tidak aktifnya handphone Hakim Anggota bernama Jhonson yang memeriksa perkara Syirwan Sabran Ambarita sebagai alasan informasi besaran barang bukti dan pertimbangan hakim atas putusan tersebut tidak dipenuhinya. R Aji Suryo juga sempat berkelit agar pertimbangan hakim atas perkara tersebut tidak dipertanyakan. “Handphone Jhonson tidak aktif. Nggak bisalah, itu kewenangan Hakim-nya,” jawab R Aji Suryo saat disebutkan pertimbangan Hakim atas putusan perkara yang dibuat tidaklah bersifat rahasia.

Sekedar untuk diketahui, sesuai dakwaan, terdakwa Syirwan Sabran Ambarita Alias Ambar merupakan hasil tangkapan jajaran Polres Labuhanbatu pada tanggal pada hari Rabu tanggal 03 Desember 2014 sekitar pukul 13.00 Wib di Lingkungan Lingga Tiga Desa Lingga Tiga Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Saat itu, terdakwa sedang duduk-duduk diruangan dapur atau ruangan belakang sambil menonton TV.

Dihadapan Syirwan Sabran Ambarita ditemukan sebuah kotak kecil dan dibuka didalamnya berisi 2 bungkus plastic klip berisi narkotika dan 1 bungkus plastic klip berisi 1 butir Extasi warna kuning, dan sebuah kotak rokok sempurna dan didalamnya berisikan 1 batang rokok sempurna mild bercampur atau sudah dilinting dengan ganja kering. Selain itu, ditemukan juga 1 buah BONG terbuat dari botol lasegar dan bungkusan plastic klip yang masih kosong.

Saat diperiksa penyidik Polres Labuhanbatu, terdakwa mengaku bahwa sabu-sabu tersebut merupakan titipan milik temannya bernama JAHAR Alias BEJO Alias JA (Belum Tertangkap/Dpo) pada hari Rabu tanggal 03 Desember 2014 sekira pukul 10.00 wib. Sementara, 1 butir Extasi dan 1 batang rokok becampur ganja kering adalah milik JOY Alias SIJOY (Belum Tertangkap/Dpo) yang dititipkan atau diberikan kepada terdakwa pada hari Selasa tanggal 02 Desember 2014 sekira pukul 23.00 wib.

Sesuai berita acara penimbangan barang bukti Nomor : 514/JL.10102/2014 tanggal 04 Desember 2014 yang ditandatangani oleh Joko Sukendro diketahui hasil taksiran timbangan terhadap barang bukti yakni, 2 bungkus plastik klip dengan berat brutto 31,46 gram dan berat netto 31,46 gram. Sementara, 1 butir pil dengan berat netto 0,28, dan 1 batang rokok Sampoerna dengan berat netto 1,06 gram.

Oleh JPU Kejaksaan Negeri Rantauprapat, terdakwa diajukan ke PN Rantauprapat untuk diadili dengan dakwaan primer Pasal 114 ayat (2) dan subsider ke-1 Pasal 112 ayat (2) dan ke-2 Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.