Beranda ›› Headline ›› PN GUNUNGSITOLI VONIS 11 TERDAKWA PELAKU PELANGGARAN PEMILU DI NISEL

PN GUNUNGSITOLI VONIS 11 TERDAKWA PELAKU PELANGGARAN PEMILU DI NISEL

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com—Sebanyak 11 orang terdakwa pelaku pelanggaran pemilu di Kabupaten Nias Selatan divonis bersalah oleh Hakim Majelis Pengadilan Negeri Gunungsitoli. Ke 11 terdakwa mendapat hukuman masing masing 6 bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider 3 bulan penjara.

Tidak terima putusan Hakim yang dianggap berat, ke 11 terdakwa langsung mengajukan banding di hadapan Majelis Hakim usai mendengar putusan yang dibaca Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha, SH, MH di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Kota Gunungsitoli, Senin (12/5).

Sebelum pembacaan vonis, dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim menyatakan ke 11 terdakwa EL (25), SG (28), FL (30), TZ (39), ST (28), YL (23), FZ (47), IG (26)TH (28), RL (33) dan SD (40) bersalah melakukan tindak pidana pemilu karena tidak memberikan salinan hasil pemungutan suara atau C1 dan hasil sertifikasi pemungutan/penghitungan suara kepada panitia pengawas lapangan (PPL).

Sehingga akibat perbuatan ke 11 terdakwa, menurut Hakim rekapitulasi suara tertunda dan menyebabkan dilakukannya pemilu ulang di Kabupaten Nias Selatan. Hal yang meringankan para terdakwa adalah tidak pernah dihukum sebelumnya.

Usai sidang, salah seorang terdakwa yang berinisial ST mengatakan kepada suarasumut.com jika Hakim Pengadilan Gunungsitoli telah berlaku tidak adil dalam memberi putusan kepada mereka, dan hal tersebut sudah mulai kelihatan sejak sidang pertama digelar minggu lalu.
Dimana sejak sidang, dia mengungkapkan jika mereka sebagai terdakwa tidak diberikan kesempatan untuk memberikan pembelaan, bahkan menurut dia, berita acara pemeriksaan (BAP) mereka di Kepolisian tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan di Pengadilan.

Dia menjelaskan, mengenai tuduhan tidak memberikan berita acara hasil pemungutan suara (C1) dan sertifikat hasil pemungutan/penghitungan suara kepada PPL, hal itu sama sekali tidak benar, sebab saat PPL meminta berita acara hasil pemungutan suara (C1) kepada mereka waktu masih pukul 17.00 wib, dan saat itu mereka masih bekerja dan belum selesai menuangkan hasil pemungutan/penghitungan suara dalam formulir C1.

Namun, setelah hasil rekapitulasi dituangkan dalam C1 pada pukul 23.30, PPL sudah tidak ada dilokasi, karena telah meninggalkan TPS mereka sejak pukul 18.00 wib, sehingga hasil tersebut hanya mereka serahkan kepada PPS dan saksi partai yang meminta dan masih ada dilokasi.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Nias Selatan Afrijal Choir yang ditemui suarasumut.com juga mengatakan masih pikir pikir apakah banding atas putusan hakim, dan dia memberitahu kepada suarasumut.com, sebelumnya ke 11 terdakwa di tuntut hukuman 2 bulan penjara dan denda Rp 1 Juta.(sp/ss/nsl)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.