Beranda ›› Headline ›› Pilkada Labuhanbatu Diwarnai Kampanye Hitam, Antar Paslon Dituding Saling “Serang”
Jpeg

Pilkada Labuhanbatu Diwarnai Kampanye Hitam, Antar Paslon Dituding Saling “Serang”

RANTAUPRAPAT  | suarasumut.com  –  Serangan fitnah mewarnai suasana politik di Kabupaten Labuhanbatu jelang Pilkada 9 Desember mendatang. Akibatnya, konstelasi politik sedikit memanas.

Belakangan, Suhari yang merupakan salah satu calon Bupati, terkena serangan Black Campaign (kampanye hitam).
Saat ini, selebaran surat pernyataan bermaterai 6000 tertanggal 11 Oktober 2015 yang ditandatangani Burhanuddin Nasution salahseorang warga Dusun 1 Desa Sei Sanggul, Kecamatan Panai Hilir terkait adanya penyerahan sejumlah uang oleh Suhari saat menjabat Wakil Bupati periode 2010-2015 untuk pengangkatan PNS kategori II kala itu, menjadi isu seksi yang digoreng menjadi materi black campaign. Kini, selebaran itu sengaja diserak oleh pihak tertentu hingga ke pelosok desa.

Dalam fotocopy selebaran tersebut dijelaskan, pada tanggal 7 April 2014 bertempat di rumah dinas Wakil Bupati, Burhanuddin menyerahkan uang yang dihadiri Riswan Nasution (anak Burhanuddin), Rudi Siregar, ajudan Wakil Bupati serta dua orang oknum polisi dari Mapolres Labuhanbatu.

Di surat itu dituliskan, uang diterima Suhari dan meminta ajudan memasukkannya kedalam mobil dan berjanji akan memulangkan uang tersebut jika kepengurusan tidak berhasil, Setelah itu, Suhari disebutkan bergegas pergi dikawal dua oknum polisi.

Setelah memasuki pengumuman Juli 2014, anak dari Burhanuddin ternyata tidak lulus menjadi PNS kategori II. Namun, hingga surat pernyataan ditandatangani, uang yang diharapkan tidak diterima Burhanuddin, walau telah bertemu dengan Suhari.

Ternyata, hasil konfirmasi kepada Suhari, Minggu (22/11) dirinya mengaku tidak pernah menerima uang dari Burhanuddin. Pertemuan memang diakuinya, tetapi masalah uang dia tidak terkait sama sekali. Belakangan diketahuinya, uang yang dimaksudkan Burhanuddin ternyata diserahkannya kepada Rudi Siregar.

“Pertemuan ada, namanya Wakil Bupati ya saya terima semua warga jika berkunjung kerumah dinas saya. Uang itu saya serahkan sama saudara Rudi, mungkin belakangan terpakai, itu diluar sepengetahuan saya dan setahu saya itu sudah diselesaikan saudara Rudi Siregar,” akunya.

Sementara Rudi Siregar saat ditemui wartawan mengakui ada menerima sejumlah uang setelah yang dikembalikan oleh ajudan Suhari kala itu. “Benar Pak Suhari telah memulangkan uangnya pada hari itu juga kepada saya melalui supirnya. Kebetulan terpakai saya. Tapi itu sudah saya selesaikan melalui P Sipahutar yang merupakan kuasa dari pak Burhanuddin,” jelas Rudi kepada wartawan.

Saat diperlihatkan selebaran surat pernyataan Burhanuddin Nasution, Rudi Siregar terkesan terkejut, apalagi disaat menjelang Pilkada Labuhanbatu. “Saya merasa aneh, kok baru sekarang beredarnya. Saya khawatir surat ini dijadikan upaya pembunuhan karakter, apalagi ini kan menjelang Pilkada,” sebut Rudi.

Hal senada diakui P Sipahutar. Dirinyapun tidak sependapat adanya peredaran surat tersebut di tengah-tengah masyarakat. Selaku kuasa penyelesaian dari Burhanuddin, dia berharap masyarakat Kabupaten Labuhanbatu tidak berprasangka buruk terhadap Suhari, apalagi setelah membaca selebaran itu.

“Kok bisa gitu jadinya, ini sudah selesai dan uang itu tidak menyangkut pak Suhari. Masalah ini antara saya selaku kuasa dengan Rudi, lagian siapa yang menyebar suratnya. Cocoknya ini diberitakan biar semua tahu cerita sebenarnya. Kasihan kalau dikaitkan pak Suhari dengan masalah uang,” papar P Sipahutar dihubungi wartawan.

Baik Rudi Siregar dan P Sipahutar, mereka berharap agar selebaran surat pernyataan itu ditarik demi menjaga hal tidak diinginkan terlebih jika digunakan Paslon ataupun tim pemenangan Paslon untuk merusak citra Suhari selaku salahsatu kandidat yang cukup diperhitungkan,dan mereka berharap masyarakat tidak mempercayai selebaran yang hanya bertujuan menjatuhkan rating Suhari.

Membantah

Sementara, Burhanuddin Nasution dikonfirmasi wartawan pertelepon, Minggu (22/11) mengaku tidak pernah membuat surat pernyataan yang kini beredar dikalangan masyarakat. Bahkan dirinya siap menanggung resiko dari Sang Pencipta jika memang dibuatnya. “Sumpah demi Allah, tidak ada saya buat surat itu. Mungkin saya bicara-bicara, lalu direkam orang dan dibuatlah surat itu,” tegasnya.

Mengenai permasalahan seperti yang dituliskan didalam selebaran bermaterai dan bertandatangan yang ternyata palsu tersebut, tokoh masyarakat pesisir pantai itupun mengetahui kondisi sebenarnya. Belakangan ujarnya, uang miliknya ternyata berada ditangan Rudi Siregar dan tidak kepada Suhari.

“Walaupun akhirnya diselesaikan pak Suhari melalui orang kepercayaannya. Saya juga sudah baca selebarannya, pastinya itu tidak benar saya yang buat, apalagi menyebarkannya. Taulah saat ini, apa yang tidak dibuat orang, apalagi sudah dekat Pilkada. Tidak mungkin saya begitu sama pak Suhari, saya juga banyak mendukung dia,” papar Burhanuddin Nasution lagi.(ta/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.