Beranda ›› Headline ›› PGPI Dituntut Mengasah Dan Mempertajam Kepekaan

PGPI Dituntut Mengasah Dan Mempertajam Kepekaan

Nias | suarasumut.com  –  Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) saat ini dituntut untuk semakin mengasah dan mempertajam kepekaannya atas seluruh perkembangan yang ada.

“GPDI juga harus mampu mempersiapkan diri menghadapi seluruh tantangan pelayan yang dihadapkan kepadanya,” kata Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM pada perayaan hari pencurahan roh kudus GPDI Kabupaten Nias tahun 2019 di Gereja GPDI jemaat Firdaus Hilizia, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Minggu (16/6).

Tidak lupa dia mengingatkan bahwa Pemerintah dan gereja harus mampu mengaplikasikan hikmat yang dicurahkan oleh roh kudus, karena saat ini gereja terus menerus ditantang menggumuli ulang, membaharui dan mengembangkan gereja yang kontekstual dan mengaplikasikannya dalam semua gerak pelayanan.

Sehingga gereja harus mampu menghadirkan kasih ditengah tengah arus perubahan kehidupan global yang sedang terjadi.

“Kita telah dipilih dan dianugrahi sebagai pelayan yang harus mampu memberikan pencerahan serta membimbing warga jemaat, sehingga dapat berbuah berupa kehidupan yang diberkati roh kudus,” ungkapnya.

Maka sebagai pelayan, hendaknya bisa menjadi saluran berkat dan menjadi pemersatu serta mampu menyesuaikan metode pelayanan terhadap segala perkembangan yang terjadi.

Mencermati seluruh perkembangan secara kritis, kreativ dan positif serta melakukan hal hal baru ditengah perkembangan dunia yang pesat.AL

Nias, suarasumut.com–Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) saat ini dituntut untuk semakin mengasah dan mempertajam kepekaannya atas seluruh perkembangan yang ada.

“GPDI juga harus mampu mempersiapkan diri menghadapi seluruh tantangan pelayan yang dihadapkan kepadanya,” kata Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM pada perayaan hari pencurahan roh kudus GPDI Kabupaten Nias tahun 2019 di Gereja GPDI jemaat Firdaus Hilizia, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Minggu (16/6).

Tidak lupa dia mengingatkan bahwa Pemerintah dan gereja harus mampu mengaplikasikan hikmat yang dicurahkan oleh roh kudus, karena saat ini gereja terus menerus ditantang menggumuli ulang, membaharui dan mengembangkan gereja yang kontekstual dan mengaplikasikannya dalam semua gerak pelayanan.

Sehingga Gereja harus mampu menghadirkan kasih ditengah tengah arus perubahan kehidupan global yang sedang terjadi.

“Kita telah dipilih dan dianugrahi sebagai pelayan yang harus mampu memberikan pencerahan serta membimbing warga jemaat, sehingga dapat berbuah berupa kehidupan yang diberkati roh kudus,” ungkapnya.

Maka sebagai pelayan, hendaknya bisa menjadi saluran berkat dan menjadi pemersatu serta mampu menyesuaikan metode pelayanan terhadap segala perkembangan yang terjadi.

Mencermati seluruh perkembangan secara kritis, kreativ dan positif serta melakukan hal hal baru ditengah perkembangan dunia yang pesat.(al/ss-ni)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.