Beranda ›› Foto & Video ›› Petugas Kesehatan Sei Berombang Bagikan Kartu Sehat Berlogo Paslon Bupati

Petugas Kesehatan Sei Berombang Bagikan Kartu Sehat Berlogo Paslon Bupati

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Kendati termasuk dalam kampanye hitam dan menyalahi aturan dalam Pemilu Kada dalam ajang pemilihan Bupati/wakil Bupati 2016-2021 di Labuhanbatu, tetap saja dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Seperti yang dibuat oleh petugas kesehatan di Sei berombang Kecamatan Panai Hilir Labuhanbatu ini, dimana saat situasi Pilkada mulai “memanas”, para petugas kesehatan ini dengan sengaja membagi-bagikan kartu sehat bergambar salah satu pasangan calon bupati, hal ini tentunya sangat bertentangan dengan prosedur dan aturan yang ada.

Disamping membuat situasi memanas , para oknum petugas kesehatan ini juga telah melanggar UU No 8 Tahun 2015 dan Peraturan KPU No 7 Tahun 2015 tentang pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten dan kota (Pilkada). Dimana sanksi bagi PNS yang tidak independen dalam Pemilihan Pilkada adalah dipecat dari PNS, juga ini dipertegas adanya Surat Edaran MenPAN-RB nomor B/2355/M.PANRB/07/2015 tanggal 22 Juli 2015 tentang Netralitas ASN dan Larangan Penggunaan Aset Pemerintah dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak dari ke menterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MemPAN RB).  Karena itu, masyarakat sangat berharap kepada intansi terkait segera melaksanakan aturan ini.

“Saya berharap dalam Pilkada ini masyarakat benar-benar merasakan kedamaian,kenyamanan,dan keadilan, kalau memang ada paslon yang kita dukung..ya itu sah-sah aja, tapi jangan memanfaatkan jabatan sebagai mobilisasi untuk meraih suara,”sebut Samsul tokoh masyarakat setempat.

Hal ini juga di amini Bung Nasty, sebagai Ketua Forum Masyarakat Pecinta Pemilu Damai (FMPPD), Bung Nasty menegaskan kalau diujung masa pesta demokrasi Pilkada di Labuhanbatu ini, masyarakat tidak lagi merasakan demokrasi yang sebenarnya, sebab pelanggaran demi pelanggaran terus dilakukan oleh salah satu Paslon, tanpa adanya tindakan atau sanksi yang diberikan.

“Kita berharap sembari berdoa, agar pada pesta demokrasi di Labuhanbatu nantinya dapat berjalan sesuai koredor nya, dan juga dapat berjalan damai, karena sampai saat ini yang saya nilai banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para PNS , dimana PNS yang seharusnya netral malah ikut-ikutan menjadi jurkam (juru kampanye ) dari salah satu paslon, inikan tidak fair , kalau mereka takut kehilangan jabatannya , ya..jangan jadi pejabatlah. Dan yang saya lihat saat ini, budaya malu sudah tidak lagi tampak, karena yang dilakukan oleh para pelayan masyarakat ini sudah dilakukan secara terang-terangan, bahkan ironisnya, intimidasi hingga ancaman akan mencopot jabatan terus diumbar oleh para pejabat yang ada, lantas dimana letak demokrasi sebagai azas Pemilu di Negara ini?,”terang bung Nasty dengan nada kecewa. (ta/ss/lb)

 

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.