Beranda ›› Headline ›› Petugas Damkar Dikerjai Penelepon Gelap

Petugas Damkar Dikerjai Penelepon Gelap

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Petugas piket pos Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan, Minggu (9/9-2018) dini hari sekira pukul 01.30 Wib menerima telepon dengan berita ada SPBU terbakar di kawasan Desa Manunggang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Menerima kabar tersebut, akhirnya lima unit armada damkar pun diluncurkan ke lokasi seperti yang dikatakan penelepon tersebut.

Namun, setiba di lokasi petugas tidak menemukan apapun yang terbakar sesuai dengan yang diberitakan. Kuat dugaan, penelepon petugas damkar itu merupakan orang iseng yang ingin memperkeruh suasana.

Akibat ulah penelepon gelap tersebut, mendengar suara sirine mobil damkar membuat warga sepanjang jalan menuju lokasi kebakaran, jadi panik. Spontan, warga berhamburan ke luar rumah untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Taufik, warga Kelurahan Padangmatinggi sampai terbangun dari tidurnya akibat mendengar suara sirene mobil damkar menuju kawasan Pijorkoling dengan kecepatan tinggi, sehingga warga lainnya pun penasaran dan bertanya-tanya dimana lokasi kebakaran tersebut. “Bahkan saat melintas di kawasan kami, banyak kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi mengikuti mobil damkar tersebut, termasuk warga Padangmatinggi. Ternyata kebakaran sama sekali tidak ada,” tukasnya kepada sejumlah wartawan ketika ditemui.

Sementara Kadis Pemadam Kebakaran Dori Padonna ketika dihubungi melalui nomor selulernya mengatakan sangat menyesali sikap penelepon gelap yang menipu petugas kami.

Menurut dia, efeknya bisa mengakibatkan petugas pemadam akan ragu-ragu terjun ke lokasi bila benar ada terjadi kebakaran. “Petugas pasti akan mengecek dulu kepastiannya agar tak tertipu lagi, sehingga bisa jadi kalau benar terjadi kebakaran akan lambat bantuan tiba,” ujarnya menyesali sikap penelepon yang tak bertanggung jawab tersebut.

Padonna menjelaskan bahwa penelepon gelap tersebut menghubungi petugas piket damkar menggunakan jalur pengaduan. “Akibat ulah pelaku penelepon gelap tersebut, lima armada yang dikerahkan ke lokasi sia-sia. Sehingga membuat warga sekitar panik dan terpaksa saya juga sudah terjun ke SPBU Desa Manunggang ini,”jelasnya dengan nada sedikit kecewa.

Akibat kejadian ini, Padonna mengharapkan agar seluruh masyarakat tidak bermain-main dengan nomor pengaduan piket Damkar. “Memang nomor telepon pemadam kebakaran kami sebarluaskan ke masyarakat untuk kemudahan warga melapor bila benar-benar terjadi kebakaran, bukan untuk jadi bahan main-main. Apalagi saat ini musim kemarau apa saja bisa terjadi, kami mengimbau kepada warga, jangan mempermainkan nomor jalur pengaduan kebakaran karena bisa berakibat fatal,”tandasnya. (Akbar/ss-psp)

Lihat Juga

KPU Palas Melakukan Penyempurnaan DPTHP Kedua

Palas | suarasumut.com  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan penyempurnaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.