Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Petani “Menjerit” Harga Sawit Di Kecamatan Kualuh Leidong Labura Anjlok

Petani “Menjerit” Harga Sawit Di Kecamatan Kualuh Leidong Labura Anjlok

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Akibat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit anjlok, petani sawit yang berada di Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara mengeluh akibat harga sawit yang yang jauh drastis turun. Harga TBS yang biasanya Rp.1.400/kg turun menjadi Rp.800 – 750/kg. Turunnya harga TBS di Kabupaten ini sudah berlangsung 5 bulan terakhir. Kondisi ini sangat menyulitkan petani sawit setempat dalam melakukan perawatan terhadap tanaman di mana harga semua kebutuhan pertanian dan kebutuhan sehari semakin melonjak.

Gito, seorang petani sawit di Desa Pangkal Lunang Kecamatan Kualuh Leidong, Senin (25/8) kepada suarasumut.com membenarkan anjloknya harga TBS tersebut.

“Selama harga TBS turun, kami selalu rugi. Jangankan untuk biaya pembelian pupuk dan perawatan tanaman, untuk kebutuhan sehari-hari saja masih banyak kurang disana-sini,” jelas Gito.

Sejumlah petani lain juga mengaku kewalahan dalam menyediakan pupuk dan kebutuhan lainnya karena seiring menurunnya harga jual tersebut mereka selalu menderita kerugian.

Kendati demikian, amatan suarasumut.com, mereka terus berusaha untuk terus merawat tanaman sawit agar tetap subur dan menghasilkan TBS dalam kwalitas terbaik walaupun di sisi lain mereka ditekan oleh harga TBS yang merugi.

Dikatakan beberapa warga, harga TBS yang layak bagi kalangan petani sawit adalah Rp1.400/kg, sehingga semua kebutuhan pertanian dan sehari-hari dapat tercukupi, sebab masyoritas penduduk setempat merupakan para petani sawit yang hanya mengandalkan sawit sebagai penopang kehidupan.

“Kalau harga TBS ke depan tetap seperti ini, dikhawatirkan perekonomian penduduk yang mayoritas petani sawit teracam lumpuh,” ungkap salah satu warga.

Sementara itu, Hendrik, seorang agen pengepul TBS yang ada di Desa Pangkal Lunang mengatakan, harga TBS untuk sekarang ini bervariasi tergantung tempat penampungannya.

Disebutkannya, harga TBS di pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Sumber Sawit Jaya Lestari (SSJL) yang berada di Kecamatan Kualuh Leidong , mencapai Rp990/kg, sedangkan untuk harga TBS digudang penampungan sementara hanya mencapai Rp880/kg. Namun, harga TBS di lokasi pertanian sawit hanya berkisar Rp700-750/kg.

Lebih lanjut Henderik menambahkan, harga TBS juga tergantung pada jauh dekatnya lahan sawit.

Kalau lahan sawit tersebut jauh otomatis memerlukan biaya yang besar untuk mengangkut TBS sehingga harga pembeliannya juga lebih murah.

Sebaliknya, apabila letak lahan lebih terjangkau dari tempat pengepul, maka harga TBS bisa lebih mahal dari harga TBS yang berlokasi jauh.

“Harga TBS sekarang bervariasi, tergantung jauh dekatnya lahan sawit, sebab kami juga harus memotong biaya ongkos untuk mengangkut TBS,” terang Hendrik.(hs/ss/lu)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.