Beranda ›› Foto & Video ›› Peringatan Hari Pahlawan Labura Dipusatkan Di Lapangan Kompi 126 Kala Cakti Senapan B

Peringatan Hari Pahlawan Labura Dipusatkan Di Lapangan Kompi 126 Kala Cakti Senapan B

LABURA | suarasumut.com  –  Jadilah pahlawan masa kini yang memiliki kepedulian terhadap sesama “Satukan Langkah Untuk Negeri“. Itulah tema yang diangkat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura ) pada Hari Pahlawan 2016 yang diadakan di lapangan Kompi 126 Kala Cakti Senapan B Damuli Kecamatan Kualuh Selatan Labura, Kamis (10/11).

Pada Upacara Hari Pahlawan itu bertindak sebagai pemimpin upacara Danki Kompi 126 Senapan B Lettu Inf J Sembiring. Sedangkan Bupati Labura H Kharuddin Syah SE, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam upacara sebanyak 150 orang se-Labura yang tergabung dalam Veteran, janda Veteran, istri pensiunan ABRI, mendapat perhatian dengan memberikan, uang tali asih, dan beras 1 sak .

Pada upacara  dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kapolsek se-Labura, Pimpinan SKPD, Anak Sekolah, Ormas, OKP dari IPK (Ikatan Pemuda Karya) Pemuda Pancasila (PP) serta para prajurit TNI AD.

 Pidato Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan Bupati Labuhanbatu Utara H Kharuddin Syah SE mengatakan, Hari Pahlawan sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dalam pertempuran tersebut memakan korban jiwa yang sangat besar. Namun semangat kepahlawanan adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan,”kata Mensos yang dibacakan Bupati.

“Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara. yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing,”jelasnya.

Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan VISI transformatif: “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong”. Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah yaitu ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Bung Karno mengingatkan: “Kelemahan jiwa kita ialah, bahwa kita kurang percaya kepada diri kita sendiri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar-negeri, kurang percaya-mempercayai satu sama lain, padahal kita ini pada asalnya ialah rakyat gotong-royong, kurang berjiwa gigih melainkan terlalu lekas mau enak dan ‘cari gampangnya saja’. Dan itu semua, karena makin menipisnya ‘rasa harkat nasional’ makin menipisnya rasa ‘national dignity’, makin menipisnya rasa bangga dan rasa-hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri. Gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru, dalam bentuk, Perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan. dan Peningkatan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik. Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini,”terang Khofifah dalam pidato tertulisnya.

“Tantangan dan persoalan yang kita hadapi saat ini memang berat. Akan tetapi, kita tidak boleh putus pengharapan. Para Pahlawan Kusuma Bangsa mengajarkan pada kita arti penting perjuangan, ketabahan dan harapan. Bahwa barang siapa yang ingin memiliki mutiara harus kuat menahan nafas, dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya. Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua seperti taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para Pahlawan Bangsa,”tegasnya.

Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong, maka saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda, dan dapat menjadi bangsa “Pemenang” mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal ini sejalan dengan Tema Hari Pahlawan 2016 yaitu : “Satukan Langkah Untuk Negeri”.

Selain itu melalui Peringatan Hari Pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuh-kembangkan Nilai-nilai Kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menteri Sosial mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini. “Selamat Hari Pahlawan Tahun 2016,” kata Bupati Labura menyampaikan pidato Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Usai melakukan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2016, dirangkai dengan memberikan perhatian kepada Veteran, Janda Veteran, Pensiunan ABRI yang dihibur dengan berbagai acara dengan menampilkan tarian kebolehan anak-anak dengan berpakaian seragam ala TNI. Dan lebih meriahnya para prajurit TNI AD mengangkat Bupati mengikuti iringan musik.(hm/ss-lu)

Lihat Juga

Sholat Idul Adha 1440. H/2019, Lapangan SB3 Kotapinang, Dipadati Ribuan Umat Muslim

Labusel | suarasumut.com  –  Ribuan Ummat islam memadati lapangan SBBBK Kotapinang melaksanakan Sholat sunnah Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.