Beranda ›› Foto & Video ›› Pengurusan KTP-el Di Kota Gunungsitoli Selesai Maksimal 5 Hari

Pengurusan KTP-el Di Kota Gunungsitoli Selesai Maksimal 5 Hari

Gunungsitoli | suarasumut.com — Dalam pengurusan Kartu tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kota Gunungsitoli, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Gunungsitoli membutuhkan waktu maksimal 5 hari. Data warga yang telah direkam, harus dikirim dahulu ke pusat untuk dicek ketunggalan datanya, supaya tidak terjadi data ganda (duplicat record).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Dukcapil Kota Gunungsitoli Ya’aro Harefa kepada wartawan, ketika ditemui di ruang kerjanya yang terletak di kantor Disdukcapil Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Kamis (19/11).

Namun, bagi warga yang telah melakukan perekaman data, dan mengurus kembali KTP-elnya karena rusak, hilang atau diganti elemen data dalam KTP-el, Disdukcapil Kota Gunungsitoli hanya butuh waktu maksimal 2 hari.

Lamanya waktu yang dibutuhkan Disdukcapil Kota Gunungsitoli untuk membuat KTP-el, karena data warga yang telah direkam, akan dikirim lagi ke pusat untuk dicek ketunggalan datanya. Hal tersebut dilakukan, supaya tidak terjadi data ganda (duplicat record).

“Setelah data pemohon KTP-el direkam, kita mengirim dahulu data tersebut ke pusat untuk mencek ketunggalan data, agar tidak terjadi duplikat record. Kalau terjadi duplikat record, maka KTP-el pemohon tidak dapat tercetak, sehingga kita perlu meminta penghapusan data, dimana warga tersebut sebelumnya telah melakukan perekaman data dengan syarat warga tersebut mengambil surat pindah,” terang Kadis Dukcapil Kota Gunungsitoli.

Sedangkan yang KTP-Elnya hilang, rusak atau dilakukan penggantian elemen data seperti gelar, agama dan lain sebagainya sesuai dokumen kependudukan baru, Disdukcapil Kota Gunungsitoli hanya butuh waktu maksimal dua hari.

Bagi warga Kota Gunungsitoli yang mengurus KTP-el baru, Kadis Dukcapil Kota Gunungsitoli menganjurkan untuk melakukan perekaman data di kantor camat masing masing dengan membawa kartu keluarga.

Sedangkan yang ingin mengganti KTP-el yang rusak cukup membawa fotocopi kartu keluarga dan KTP-el yang rusak, bagi yang hilang cukup membawa kartu keluarga dan laporan kehilangan dari kepolisian, dan bagi yang ingin menggganti elemen data, cukup membawa kartu keluarga dan dokumen kependudukan atau dokumen pendukung untuk penggantian elemen data.

KTP Nasional Tidak Berlaku

Kepada wartawan, Ya’aro memberitahu, sejak awal Januari 2015 yang lalu, KTP nasional sudah tidak berlaku. Warga Kota Gunungsitoli wajib menggunakan KTP-el dalam pengurusan apapun disejumlah lembaga pemerintahan di Kota Gunungsitoli. Dia telah menyebarkan pengumuman terkait hal tersebut jauh sebelumnya.

“Saat ini, dari jumlah penduduk Kota Gunungsitoli 151.000 jiwa, yang telah memiliki KTP-el ada sebanyak 74.791 jiwa, dari 89.000 jiwa wajib KTP di Kota Gunungsitoli. Warga yang belum mengurus KTP-el, kita imbau untuk segera mengurus KTP-elnya di kantor Disdukcapil Kota Gunungsitoli dengan terlebih dahulu melakukan perekaman data di kantor camat masing masing,” imbau Ya’aro.

Warga yang Kota Gunungsitoli yang belum mengurus KTP-el hingga saat ini, menurut Ya’aro sebagian besar adalah pelajar yang sedang melanjutkan studi ke luar Pulau Nias atau warga Kota Gunungsitoli yang merantau ke luar daerah untuk bekerja.

Untuk membantu warga mengurus KTP-el, Disdukcapil Kota Gunungsitoli melakukan sistem jemput bola. Disdukcapil Kota Gunungsitoli langsung melakukan pelayanan di lapangan dengan mendatangi lokasi atau tempat yang telah ditentukan sebelumnya di Kecamatan atau desa sesuai rayon.

KTP-el Seumur Hidup, dan Dipakai Diseluruh Indonesia

Kadis Dukcapil Kota Gunungsitoli menerangkan, KTP-el saat ini tidak memiliki batas masa aktif atau dipakai seumur hidup. Walau pada KTP-el ada tertera batas waktu, itu sudah tidak berlaku, dan KTP-el warga baru bisa diganti apabila, rusak, hilang dan ada pergantian elemen data di dalamnya.

KTP-el juga dapat digunakan dimana saja di seluruh Indonesia, sehingga warga Kota Gunungsitoli yang melanjutkan sekolah atau tugas di luar Kota Gunungsitoli, tidak perlu mengganti atau mengurus KTP di daerah dimana dia kelak tinggal sementara waktu.

“KTP-el digunakan di seluruh Indonesia untuk mengurus surat surat atau apapun diseluruh di Indonesia. Warga Kota Gunungsitoli yang melanjutkan studi atau tugas di luar daerah, tidak perlu pindah atau mengurus KTP baru di daerah dimana dia tinggal sementara. Jika ada warga yang telah mengambil surat pindah, maka datanya langsung kita hapus, dan dia bukan lagi penduduk Kota Gunungsitoli ,” tegas Ya’aro kepada wartawan.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.