Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Pencarian Nelayan Hilang Terus Dilakukan

Pencarian Nelayan Hilang Terus Dilakukan

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Pencarian terhadap lima nelayan hilang asal Desa Sifalaete Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli terus dilanjutkan. Selain tim SAR, sejumlah nelayan atau kerabat korban ikut melakukan pencarian menggunakan kapal boat milik warga hingga ke Pulau Pini, Kabupaten Nias Selatan.

Pemilik boat yang hilang Yusman Telaumbanua ketika ditemui di Desa Moawo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kamis (26/1), memberitahu jika kemarin, Rabu (25/1) ada enam kapal boat milik nelayan Desa Moawo yang melakukan pencarian.

“Kemarin 6 kapal boat milik nelayan asal Moawo telah melakukan pencarian di sekitar Pulau Pini, Kabupaten Nias Selatan. Namun, tadi mereka sudah kembali, dan hasilnya nihil. Hari ini kita kembali memberangkatkan dua kapal boat lagi untuk melakukan pencarian,” terang Yusman.

Yusman memberitahu, dari hasil koordinasi dengan tim SAR, pencarian dilakukan hingga Minggu (29/1). Tim SAR telah menurunkan kapal KM.Nakula milik SAR Sibolga untuk membantu pencarian.

Kepala Pos Sar Nias Bobby Purba yang dihubungi wartawan melalui Whastapp pada hari yang sama memberitahu, tim SAR terus melakukan pencarian terhadap lima nelayan asal Kota Gunungsitoli yang hilang.

“Hari ini kita dibantu kapal dari SAR Sibolga KM.Nakula untuk melakukan pencarian. Pos Sar Nias menurunkan 10 personil, sedangkan Kapal SAR KM Nakula membawa sebanyak 16 personil.,” terang Bobby melalui whastapp.

Sesuai hasil wawancara salah satu nelayan yang kembali melakukan pencarian, kapal boat yang ditumpangi kelima nelayan yang hilang sudah dicari hingga sejumlah lokasi diantara Pulau Pini, Nias Selatan dan Pulau Onolimbu, Kabupaten Nias.

Namun, pencarian yang dilakukan nihil. Mereka berasumsi, kapal boat yang ditumpangi kelima nelayan yang hilang pasti hanyut hingga Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan dan lautan bebas.

Menurut mereka, ketika boat dan para nelayan yang hilang berpapasan dengan kapal milik mereka sebelumnya, Rabu (18/1), para nelayan yang hilang masih bertahan mencari ikan di antara Pulau Pini dan Pulau Onolimbu. Kala itu arus air laut menuju Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan.

Sehingga dia menduga, kapal boat yang ditumpangi para nelayan yang hilang hanyut ke arah Pulau Simuk dan bisa saja hingga lautan bebas.

“Ketika berpapasan dnegan mereka, Rabu (18/1), arus air laut menuju Pulau Simuk, Nias Selatan. Jika mereka mengalami kerusakan mesin kapal, kapal mereka pasti hanyut ke Pulau Simuk atau bisa saja menuju lautan bebas. Sebaiknya pencarian dilakukan hingga Pulau Simuk dan lautan bebas,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada berita sebelumnya telah diungkapkan jika kelima nelayan yang hilang adalah Yanus Setiawan Telaumbanua alias Ama Rasti (31), anak buah kapal Yarima Telaumbanua (25), Berkat Lase (18), Yaris Lase (18) dan Ama Juli (35) asal Desa Sifalaete Ulu, Kota Gunungsitoli.

Kelima nelayan yang hilang berangkat dari Desa Moawo, Kota Gunungsitoli menuju Pulau Pini, Kabupaten Nias Selatan untuk memancing, Senin (16/1). Hingga kini kapal boat dan kelima nelayan diatasnya belum kembali dan hilang kontak.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Karo Tahun 2020

Kabanjahe | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH membuka secara resmi FORUM KONSULTASI PUBLIK …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.