Beranda ›› Headline ›› Penangkapan KM Sehat Yang Dilakukan Pol Airud Dinilai Janggal

Penangkapan KM Sehat Yang Dilakukan Pol Airud Dinilai Janggal

Sibolga, suarasumut.com – Kapal penangkap ikan KM.SEHAT,GT 30 yang berlabuh di Pantai Barat Sumatra, Teluk Tapian Nauli, tepatnya di Pulau Mursala yang sebelumnya di tangkap Pol Airud (Polisi Air dan Udara) Sibolga, Rabu(1/4)sore hari, sekitar pukul 15:30 wib.

Dengan dalih penangkapan, mati nya Surat Penagkapan Ikan (SPI) yang tidak di perbolehkan beroperasi di perairan Indonesia. Hal tersebut di ungkapkan ketua LSM GEMPUR (Gerakan Pemuda Rakyat) Sari Gunawan Nababan di Pelabuhan TPI Sarudik, Jalan Gatot Subroto Pondok Batu, Senin (6/4)

Sari mengatakan, penangkapan yang dilakukan oleh Airud terhadap KM.SEHAT merupakan hal yang tidak diterima akal sehat, kenapa?, penangkapan yang dilakukannya tidak adil dan merata. Ironisnya lagi, tambah Sari, penangkapan yang dilakukan petugas Airud, pada saat kapal tersebut sedang bersandar di LBK (Labuhan Kapal) Pulau Mursala mengisi air tawar untuk kebutuhan kapal.

“Ada apa dibalik semua ini ya?,”ujar Sari dengan curiga. “ Padahal, saya dengar dari pengurus kapal dan pemilik kapal begitu, banyak kapal penangkapan Ikan yang beroperasi diperairan pantai barat Sumatera yang tidak mempunyai surat dokumen atau tidak lengkap dibiarkan beroperasi begitu saja alias tidak di tangkap,” cetusnya.

“Ada dua hal yang perlu dipertanyakan pada saat penangkapan Pol Airud tambah Ketua LSM GEPUR, yang pertama, saya kutip informasi dari pengurus kapal, KM SEHAT yang ditangkap pada saat razia, Pol Airud tidak mempunyai surat penangkapan maupun surat penyitaan barang, sedangkan yang kedua setelah kapal KM SEHAT ditarik ke pelabuhan TPI Sarudik, ikan hasil tangkapan yang sebanyak 27 blong, sebahagian dilelang, hasil lelangnya dikemanakan. Dengan volume ikan jenis, campur cumi, ikan ekspor seperti Kurapu, Tui, Pan-pan yang ditaksir dengan harga pejualan 30 juta rupiah ditambah lagi 9 drum solar, satellite, komputer dan radio,”terang Sari.

Sari meminta kepada Pol Airud yang bertugas agar penangkapan yang yang dilakukannya tidak pilih bulu, harus secara tegas. “Banyak pejabat pemerintahan, bahkan milik DPRD tidak ditangkap/bebas beropersasi atas peraturan yang baru dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, bahkan jika kasus penangkapan ini tidak di selesaikan secepatnya kami akan segera menghadap terhadap PROPAM yang ada di Medan,”ucap Sari

Terpisah, informasi yang dihimpun suarasumut.com, salah seorang ABK (Anak Buah Kapal) KM SEHAT K.Marbun mengatakan saat penangkapan yang dilakukan Pol Airud ada 4 orang. “ Kami sangat terkejut pada saat penangkapan lae (sapaan akrab Batak),Tekong (Nahkhoda) kami saat ini sedang ditahan, sementara nasib kami untuk kebutuhan kami sekarang tidak tahu kemana lagi,”ucap Marbun dengan sedih.

Pemilik Kapal KM SEHAT Rosida Marbun (40) tidak dapat dimintai keterangan oleh Pol Airud, sebab Rosida kurang sehat, mengalami pendarahan, bahkan saat itu, beliau sedang berobat ke Medan di damping suaminya Aswad Harahap terang salah seorang pengurus kapal yang tidak mau disebut namanya.

Aswad Harahap saat dimintai keterangan atas kesehatan istrinya membenarkan bahwa istrinya saat ini sedang dipembaringan dengan tidak bisa diminta keterangan, sehingga Aswad menyuruh anaknya yang yang menginjak bangku SMA untuk memberi laporan keterangan terhadap Sat Pol Airud, namun yang sedihnya lagi atas ucapan yang dilontarkan pihak Airud kurang beretika. “ Pada saat dijumpai anak saya, anak saya mengatakan terhadap saya, bawa ibu itu kesini kalau bila perlu nanti darah yang keluar kita tampung dibawah ember,”ucap Aswad dengan sedih menirukan pembicaraan anaknya dengan Sat Pol Airud.(ph/ss/sb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.