Beranda ›› Headline ›› Penahanan Monalisa, Ketua PN Rantauprapat Terindikasi Langgar Perma 2 Tahun 2012

Penahanan Monalisa, Ketua PN Rantauprapat Terindikasi Langgar Perma 2 Tahun 2012

Rantauprapat, suarasumut.com – Penahanan terdakwa pencurian handphone senilai Rp 1 juta dengan dalihan disertai kekerasan oleh Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat terindikasi langgar Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2012. Pasalnya, hingga pembacaan tuntutan, penggunaan kekerasan oleh terdakwa Monalisa tidak berkesesuaian dengan Pasal 89 KUHAP.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Rabu (22/4), hingga saat ini terdakwa Monaisa yang disidang di PN Rantauprapat sejak akhir Maret 2015 lalu masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Rantauprapat. Padahal, sesuai Perma 2 Tahun 2012 tentang penyesuaian batasan tindak pidana ringan, Ketua Pengadilan wajib memperhatikan nilai barang objek perkara.

Humas PN Rantauprapat, Arman Siregar SH dikonfirmasi kemarin via short massage service (SMS) tidak memberikan penjelasan terkait penanganan perkara Monalisa berdasarkan Perma 2 Tahun 2012. Saat itu, dia berdalih akan menjelaskan keesokan harinya dikantor, namun disaat janjinya ditagih, Arman Siregar berdalih dirinya sudah pulang. “Sudah pulang. Inikan sudah jam tengah lima (16.30 WIB),” kata Arman Siregar tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sementara, Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH yang ditemui di kantornya itu malah mengalihkan tanggungjawab kepada Humas, Arman Siregar. Sekalipun telah disebutkan, penahanan terdakwa Monalisa terindikasi melanggar Perma 2 Tahun 2012, Ketua PN Rantauprapat itu memilih bungkam sambil beranjak menaiki mobil dinasnya BK 4 Y. “Sama Humas saja,” kata Tumpal Sagala SH sembari beranjak dan maniki mobil dinas berplat merah itu.

Sekedar untuk diketahui, berdasarkan Pasal 2 Perma 2 Tahun 2012, dalam menerima pelimpahan perkara pencurian, penipuan, penggelapan, penadahan, dari penuntut umum, Ketua Pengadilan wajib memperhatikan ninai barang atau uang yang menjadi objek perkara. Apabila nilai barang atau uang tersebut tidak lebih dari Rp2,5 juta, Ketua Pengadilan segera menetapkan Hakim Tunggal untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara tersebut dengan acara pemeriksaan cepat yang diatur dalam Pasal 205 – 2010 KUHAP.

Selanjutnya, sesuai Pasal 2 ayat (3) Perma 2 Tahun 2012 itu, apabila terhadap terdakwa sebelumnya dikenakan penahanan, Ketua Pengadilan tidak menetapkan penahanan, ataupun perpanjangan tahanan. Sementara, sesuai faktanya, terdakwa Monalisa yang didakwa melakukan pencurian handphone senilai Rp1 juta dengan dalihan disertai kekerasan hingga saat ini masih dalam tahanan di LP Rantauprapat.

Selain terkait penetapan penahanan terhadap terdakwa Monalisa, Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala juga tidak menetapkan Hakim Tunggal, malah menetapkan Majelis Hakim untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara terdakwa Monalisa.

Pada pemberitaan sebelumnya, terdakwa Monalisa yang merupakan mahasiswi salahsatu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Labuhanbatu didakwa melakukan pencurian dikaitkan dengan pemerasan menggunakan kekerasan sebagai termaktub Pasal 365 ayat (2) ke-2 junto Pasal 368 ayat 2 KUHP. Padahal sesuai fakta persidangan, terdakwa Monalisa hanya melakukan pemukulan dikepala korban yang saat itu menggunakan helm di kepalanya.

Pemukulan dikepala korban tersebut dikarenakan korban mengaku tidak memiliki uang sebesar Rp10 ribu untuk mengisi bensin sepeda motor yang dikendarianya bersama Pspt (16). Dimana, saat kejadian, sepeda motor yang dikendarai Monalisa mogok karena kehabisan bensin.

Tentunya, kategori kekerasan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Erna atas pemukulan kepala korban tersebut sangat bertentangan dengan Pasal 89 KUHP. Dimana, menggunakan kekerasan disamakan dengan membuat orang pingsan atau tidak berdaya. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.