Beranda ›› Headline ›› Pemkab Diminta Konsisten Mengimplementasikan Visi-Misi 2005-2025

Pemkab Diminta Konsisten Mengimplementasikan Visi-Misi 2005-2025

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui visi-misi Kabupaten Labuhanbatu sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Program Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025. Terlebih, sosialiasi RPJPD pasca ditetapkan pada Juni 2015 lalu sebagai Perda terkesan tanpa melibatkan masyarakat.

Kepada suarasumut.com, Senin (5/10) Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu, Ridwan Nasution menyebutkan, sesuai visi yang dituangkan dalam RPJPD, Labuhanbatu akan dijadikan sebagai Sentra dan Agro Indstri di tahun 2025. Namun hingga saat ini, masyarakat masih belum mengetahui produk unggulan maupun potensi daerah dalam mencapai visi tersebut. “Apa produk unggulan dan potensi daerah ini, masyarakat sangat sulit mengakses informasinya. Sosialisasi pemerintah tentang potensi-potensi daerah terlalu minim sehingga anggapan pencapaian visi 2025 hanya unggul diatas kertas,” kata Ridwan Nasution.

Lanjut Ridwan Nasution, dari 5 misi yang ditetapkan dalam RPJPD 2005-2025, sebanyak 2 misi yang menyita perhatiannya yakni, Labuhanbatu pemasok barang jadi dan kawasan industry pengolahan (sector sekunder) yang dilengkapi pelayanan pelabuhan laut dan udara. Menurut dia, hingga saat ini produk jadi dari produk unggulan daerah dan pembangunan pelabuhan laut serta udara masih mimpi semata. “Hingga saat ini, Pemkab Labuhanbatu belum ada mengklaim suatu produk unggulan daerah sebagai produk jadi yang dihasilkan daerah ini. Produksi padi yang katanya swasembada, hingga saat ini belum ada ditemukan produk beras yang diproduksi daerah ini. Bahkan wacana pembangunan Pelabuhan (laut) dan Bandar Udara hingga saat ini berjalan ditempat alias hanya sebatas rencana,” sebut Ridwan Nasution.

Untuk itu, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu itu mengharapkan agar Pemkab Labuhanbatu konsiten terhadap visi-misi dalam RPJPD 2005-2025 yang telah disepakati bersama DPRD pada bulan Juni 2015 lalu tersebut. Menurutnya, penetapan RPJPD tersebut tentunya sudah melalui kajian akademis secara professional. “Saya yakin, potensi dan kelemahan daerah sudah dikaji secara utuh sehingga RPJPD disetujui bersama DPRD dan ditetapkan sebagai Perda. Untuk itu, kita berharap Pemkab Labuhanbatu konsisten untuk menerapkan Perda RPJPD menjadikan “Labuhanbatu Sentra Jasa dan Agro Industri yang Berdaya Saing Tahun 2025”,” ucap Ridwan Nasution.

Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Labuhanbatu, Hobol Rangkuti menyebutkan, mereka masih memiliki masa waktu 10 tahun untuk mengimplementasikan visi Labuhanbatu 2005-2025. Menurutnya, waktu 10 tahun tersebut dapat digunakan melaksanakan 5 misi yang ditetapkan. “Kan masih ada 10 tahun lagi. Pasti bisa. Produk unggulan kita, perkebunan diantaranya sawit dan nenas, hasil laut seperti perikanan, dan kita saat ini swasembada padi,” sebut Hobol Rangkuti sembari menyebutkan pembangunan pelabuhan laut dan pelabuhan udara dimaksud hingga saat ini masih tahap proses.

Disinggung materi RPJPD tersebut masih menggunakan data wilayah Kabupaten Labuhanbatu sebelum dimekarkan yang terdiri dari 22 kecamatan, Hobol mengaku materi RPJPD dimaksud sudah diperbaharui yang menyisakan 9 kecamatan. Dimana, sejak ditetapkannya UU No 22 dan 23 tahun 2008, sebanyak 13 kecamatan dipisahkan dari Labuhanbatu sebagai wilayah pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu Utara (Labura). “Sudah dipisahkan (9 kecamatan). Dokumen soft copy sudah kita serahkan kepada Humas untuk diupload di website Pemkab Labuhanbatu. Itu bukan hanya untuk Pemkab, masyarakat juga harus mengetahuinya,” sebut Hobol Rangkuti.

Adapun 5 misi untuk mencapai visi Labuhanbatu 2005-2025 tersebut yakni, (1) Masyarakat yang sejahtera, maju, berahlak dan bertaqwa kepada Tuhan YME, (2) Berperan di dalam perdagangan dunia sebagai pemasok barang jadi (finished products) yang merupakan produk hilir turunan dari hasil perkebunan, pertanian, kehutanan dan perikanan (sektor primer) yang menjadi unggulan daerah sendiri, maupun dari daerah sekitar.

Selanjutnya misi ke (3) Menjadi salah-satu simpul di dalam jaringan transportasi multi-moda yang mencakup matra laut, udara, dan darat sekurang-kurangnya dalam sistem jaringan nasional; (4) Memiliki kawasan industri pengolahan (sektor sekunder) yang memenuhi standar internasional dan fasilitas perdagangan dan jasa (sektor tersier) modern, terintegrasi di dalam kota-kota baru, lengkap dengan pelayanan pelabuhan laut dan pelabuhan udara; dan (5) Mandiri dalam penelitian dan pengembangan produk unggulan daerah. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.