Beranda ›› Foto & Video ›› Pembuangan Air Limbah RS Metta Medika Di Pertanyakan

Pembuangan Air Limbah RS Metta Medika Di Pertanyakan

Diduga tidak Memiliki IPAL air limbah dibuang kemana?

SIBOLGA, suarasumut.com – Tanggal 6 oktober 2012 Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk dengan senyum sumringah dan tanpa ragu meresmikan RS Metta Medika, walau persyaratannya belum memenuhi ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi setiap rumah sakit.

Karena Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi pembakaran sisa sampah Medis (Incinerator) belum ada sejak diresmikan, hal itu dapat dibuktikan dengan surat yang ditunjukkan Maneger RS Metta Medika Juli Sitohang kepada suarasumut.com disaat konfirmasi. Surat yang dikeluarkan oleh UPTD Dinas Kesehatan Sibolga tertanggal 23 juni 2014 tentang keterangan sampel air limbah, dan tertanggal 10 juli 2014 perihal hasil pemeriksaan air, dan Incinerator (Instalasi pembakaran sisa sampah Medis ) hingga berita ini diterbitkan, masih menumpang pada sebuah Puskesmas dijalan Tongkol Sibolga.

Pertanyaan ini muncul dibeberapa kalangan, kenapa bisa sebuah rumah sakit yang belum memenuhi persyaratan diresmikan?. Berarti sejak beroperasinya rumah sakit Metta Medika diduga air limbahnya dibuang ke parit didekat rumah sakit tersebut.

Ketika Suarasumut.com meminta tanggapan kepada Humas dari Pemilik RS Metta Medika ,Jhon Tanjung enggan memberikan keterangan yang lebih rinci terkait IPAL daripada Rumah sakit swasta tersebut dan mengelak untuk melakukan wawancara dengan suarasumut.com .

Salah satu warga Sibolga Tumpal Silalahi disaat dimintai tanggapannya mengatakan, sangat menyayangkan sikap yang tidak profesional atas enggannya jhon Tanjung memberikan keterangan yang rinci terkait IPAL RS tersebut. Selaku warga Sibolga meminta kepada Pemko Sibolga melalui dinas terkait untuk melakukan cek dan ricek terkait kebenaran IPAL rumah sakit tersebut, karena apabila sebuah rumah sakit tidak memiliki IPAL dapat membahayakan kesehatan karyawan dan masyarakat disekitar lingkungan rumah sakit.

“Untuk melakukan kegiatan pendirian dan penyelenggaraan rumah sakit harus mengikuti prosedur perizinan yang ditetapkan oleh pemerintah,air limbah rumah sakit salah satu bahan buangan cairan dari berbagai aktifitas dirumah sakit dan memiliki potensi yang berbahaya bagi kesehatan ,karena mengandung bahan kimia beracun dan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan menyebar kelingkungan. Dalam air limbah rumah sakit bisa menimbulkan resiko terjadinya penularan penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung kepada karyawan, pengunjung dan masyarakat sekitar rumah sakit dan dengan adanya IPAL pada sebuah rumah sakit air limbah baru aman dibuang kelingkungan,” pungkas Tumpal.

Senada dengan apa yang diucapkan Tumpal, Akbar juga menghimbau mengajak semua elemen masyarakat kota Sibolga untuk bersama sama melakukan monitoring terkait limbah RS Metta Medika, apa memang benar limbahnya dibuang keparit dan apabila itu terbukti berarti RS Metta Medika diduga berkonspirasi dengan Pemko Sibolga membunuh masyarakat secara perlahan dengan alasan limbah dari RS Metta Medika menimbulkan virus virus baru yang rentan membahayakan kesehatan manusia, imbuhnya.

Terpisah, L.Manullang seorang kader sebuah partai politik diSibolga meminta kepada SatPol PP selaku penegak Perda untuk berlaku arif dan bijaksana menindak lanjuti kebenaran dari IPAL RS Metta Medika tersebut, dalam artian harus berani menghentikan beroperasinya RS tersebut sebelum virus penyakit dari limbah rumah sakit tersebut menyebar ke mana mana,tukasnya.(mb/ss/sb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.