Beranda ›› Headline ›› Pembangunan Kabupaten Labuhanbatu T.A 2014 Terancam

Pembangunan Kabupaten Labuhanbatu T.A 2014 Terancam

Rantauprapat, suarasumut.com – Penyelengaraan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin Bupati, dr Tigor Panusunan Siregar, SpPD tahun anggaran (T.A) 2014 terancam tak maksimal. Pasalnya, hingga akhir bulan September 2014 ini, anggaran pendapatan daerah yang membutuhkan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) terancam tak dapat digunakan.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Selasa (30/9), draf rancangan peraturan daerah (Ranperda) P-APBD T.A 2014 telah diajukan oleh Bupati Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Siregar kepada DPRD periode 2009-2014 pada awal bulan September lalu. Namun hingga masa bhakti 40 perwakilan rakyat Labuhanbatu tersebut berakhir, Ranperda P-APBD T.A 2014 tak kunjung dibahas.

Saat ini, setelah 45 anggota DPRD masa bhakti 2014-2019 telah dilantik, pembahasan Ranperda APBD T.A 2014 kembali terbengkalai oleh alat kelengkapan yang belum terbentuk. Hingga saat ini, pembentukan fraksi-fraks di DPRD Kabupaten Labuhanbatu itu masih dalam pemrosesan dan nantinya akan disusul dengan pembentukan alat kelengkapan serta pembentikan tata tertib DPRD. “Masih proses pembentukan fraksi-fraksi yang akan disusul dengan pembentukan alat kelengkapan dan Tatib DPRD. Itu harus dibentuk disetiap awal periode,” kata Plh Sekretaris DPRD Labuhanbatu, Agus Salim saat ditemui dikantornya.

Terpisah, Ketua sementara DPRD Labuhanbatu periode 2014-2019, Dahlan Bukhori saat dikonfirmasi terkait persiapan pembentukan alat kelengkapan DPRD, beliau mengaku masih tahap pembentukan fraksi-fraksi. Saat ditanya limit pembentukan alat kelengkapan tersebut, Dahlan Bukhori mengaku belum ditetapkan. “Masih sebagian pengajuan pembentukan fraksi yang masuk. Belum ada penetapan waktu pembentukannya,” kata Dahlan Bukhori.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Labuhanbatu, Muhfli saat dikonfirmasi melalui selulernya menyebutkan, pendapatan daerah T.A 2014 yang membutuhkan P-APBD sebesar Rp40 milyaran.Dia menyebutkan, agar penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan maksimal, P-APBD T.A 2014 haruslah terbentuk. “Pendapatan daerah BDB (bantuan daerah bawahan) sekitar Rp30 Milyar, PAD (pendapatan asli daerah) sekitar Rp5 Milyar, dan BPJS Rp.9 Milyar,” kata Muhli saat ditanya anggaran APBD T.A 2014 yang membutuhkan P-APBD. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.