Beranda ›› Foto & Video ›› Pemasangan Listrik Desa Di Nisel Tidak Pakai Meteran

Pemasangan Listrik Desa Di Nisel Tidak Pakai Meteran

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Pemasangan jaringan listrik desa di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, Sumatera Utara ke rumah warga tidak menggunakan meteran dan tiang.

Warga berharap Manager PT.PLN Area Nias turun meninjau kelapangan agar pemasangan jaringan listrik desa di Nias Selatan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan.

Hal tersebut dikatakan Seiman Lase salah seorang warga desa yang saat ini di desanya sedang pelaksanaan program listrik desa, Kamis (25/10).

Menurut Seiman, pemasangan listrik desa di rumah warga dialirkan tanpa pakai meteran, dan tali listrik hanya disangga dengan kayu, bahkan ada yang melintang ditanah.

Selain itu, Seiman setiap desa dipungut biaya angkut material dari Kecamatan Gomo menuju desa Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.

“Bagi warga yang rumahnya dipasang tali jaringan harus membayar Rp 4 juta dan untuk mengalirkan arus tanpa meteran harus membayar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu”, ungkapnya.

Manager PT.PLN Area Nias diminta turun meninjau langsung ke lapangan agar pemasangan listrik desa sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan warga.

Sedangkan oknum oknum yang melakukan pengutipan ditertibkan dan uang warga yang telah diambil seperti untuk mobilisasi dan penyaluran arus segera dikembalikan.

“Kita harap Manager PT.PLN Area Nias menindak tegas petugas yang telah mengabaikan aturan dan keselamatan warga dengan memasang jaringan listrik ke rumah warga tanpa tiang dan meteran,”harapnya.

Dari Seiman diketahui jika desa yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan listrik desa adalah Desa Lolosoni, Doli Doli, Umbu Orahua, Sisarahili Ewo dan Hilialo’oa yang ada di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

Ketika dihubungi pada hari yang sama, Manager PT.PLN Area Nias Evan Sirait, menegaskan jika pengaliran arus ke rumah warga tanpa meteran adalah pencurian listrik.

Petugas PLN sudah turun kelapangan bersama pihak kepolisian menertibkan, dan untuk biaya pemasangan meteran sudah ada standart dari PLN, sehingga tidak ada lagi pungutan kecuali biaya SLO yang dibayar ke lembaga independen bentukan pemerintah.

“Kalau biaya membangun instalasi di dalam rumah pelanggan, itu kesepakatan antara pelanggan dengan teknisi yg membangun instalasi dan bukan dibayar kepada PLN,”terangnya.

Dia juga memastikan saat ini belum ada jaringan listrik desa yang sudah bertegangan sebab program listrik desa di Gomo masih tahap pembangunan.

Sesuai hasil investigasi, ada oknum menarik JTR dari jaringan dusun/desa sebelah dan menyambungkan ke rumah warga dengan ilegal tanpa ada permohonan ke PLN.

“Polisi sudah di lokasi dan kami masih belum tahu siapa pelakunya, dan kami pasti tindak tegas sesuai peraturan perusahaan jika pelakunya petugas PLN,”ucapnya.(ih/ss-ns)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.