Beranda ›› Foto & Video ›› Pelayanan Buruk, Keluarga Pasien Pecahkan Kaca Ruang Inap RSUD Rantauprapat

Pelayanan Buruk, Keluarga Pasien Pecahkan Kaca Ruang Inap RSUD Rantauprapat

Rantauprapat, suarasumut.com – Keluarga pasien peserta Asuransi Kesehatan Daerah (ASKESDA) mengamuk dan memecahkan kaca Ruang Kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. Pasalnya, pasien penyakit dalam ini merasa dilecehkan dan diperlakukan diskriminatif oleh dokter yang menangani bertugas pada, Kamis (0/4) pukul 15.00 Wib.

Dari keterangan keluarga pasien yang mengamuk di RSUD Rantauprapat, M. Yunan (53) warga Jalan Gajah mada Kelurahan Cendana Kecamatan Rantau Utara ini menderita penyakit dalam (ginjal) dan dibawa ke RSUD Rantauprapat pada tanggal 1/4/2015 akibat penyakit infeksi ginjal yang dideritanya, namun setelah sepekan menginap di RSU tersebut tidak satu pun ada dokter yang menyentuh dan melihat kondisi pasien.

“Kita sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit ini, jangan gara-gara menggunakan Askesda, pasien yang berobat tidak digubris, padahal bapak saya ini sudah satu minggu dirawat inap, tapi kenapa tak satu pun ada dokter yang memeriksanya,”ungkap Andi (keluarga pasien) berapi-api sambil menunjukkan tangannya yang berdarah akibat kaca yang dipukulnya.

Menurutnya, kedatangan dr Nopri Sp.PD ke ruangan Kelas III, dimana tempat pasien dirawat, sedikit membuat keluarga senang dan berharap dokter tersebut melihat kondisinya, karena dokter itulah yang dijanjikan perawat untuk menanganinya, namun alangkah terkejutnya, usai memeriksa salah seorang pasien di kamar yang berbeda, dokter tersebut langsung meninggalkan Ruang Kelas III.

“ begitu kami saya lihat dokter itu masuk ruang ini Kleas III ini, saya langsung melapornya kepada perawat yang berjaga agar keluarga saya di tangani, tapi begitu keluar dokter dari kamar yang ujung, dia (red-dokter) langsung meninggalkan ruangan ini, siapa yang tidak emosi seperti kalau keluarga kita tidak diperlakukan seperti manusia” ujarnya sambil membawa barang-barang serta keluarganya untuk keluar meninggalkan RSUD Rantauprapat tersebut.

Dari pantauwan wartawan di Ruang Kelas III RSUD Rantauprapat, kaca yang menutupi ruangan pasien menginap, pecah akibat pukulan yang dilakukan keluarga pasien, yang mengaku tidak senang dengan pelayanan RSUD Rantauprapat tersebut, bahkan para tamu yang menemani dan yang menjenguk di Ruangan Kelas III itu sempat ramai keluar untuk menyaksikan amukan keluarga pasien yang merasa tak dihiraukan.

Anehnya ada juga pasien yang berada diruangan berbeda merasa senasib dengan apa yang menimpanya.

“Suami saya sudah dua hari dirawat, kepala suami saya ketimpa beroti (red-kayu) dirumah, namun sampai hari ini yang menurut perawat dr N Pohan yang menanganinya, tak kunjung dating. Cuma hanya diberikan infuse sajalah suamiku, tak ada obat yang lain,”ungkap Saprida br. Rambe yang sudah dua hari menemani suaminya, kepada wartawan.

Terkait hal itu, Wartawan mencoba mengkonfirmasi Direktur RSUD Rantauprapat dr. H Natsir Pohan Sp.B.Financs tekait kejadian itu, namun direktur tersebut tak berada diruangannya, ketika dicoba dihubungi melalui SMS (short message service ) juga tak mendapat balasan, bahkan ketika di telepon berulang kali ke handphone seluler miliknya, tidak mau mengangkat (menerima) panggilan, padahal handphone yang dituju keadaan aktip aktif.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.