Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Pelaku Cabul Terhadap Putri Kandungnya, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Pelaku Cabul Terhadap Putri Kandungnya, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Gunungsitoli | suarasumut.com — SG alias Ama Liber (47), warga Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli pelaku cabul terhadap anak kandungnya Mawar (nama samaran) terancam hukuman 20 tahun penjara. Kini SG telah ditahan di rumah tahanan Polres Nias untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Nias AKP.SK Harefa melalui KBO Sat Reskrim Polres Nias Ipda.Augustinus Zendrato kepada wartawan ketika ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (29/10).

“SG sudah kita tahan untuk keperluan penyidikan selama dua puluh hari ke depan. Pelaku cabul terhadap Mawar (15) yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan hanya orang tua kandung korban. Tersangka sudah mengakui perbuatannya, dan menurut pengakuan korban, pelaku cabul yang menyebabkan dia hamil Lima bulan hanya ayah kandungnya,” terang Ipda.Augustinus Zendrato kepada wartawan.

Ditanya terkait keberadaan korban saat ini, menurut Ipda Augustinus Zendrato, korban berada dalam perlindungan dan pengawasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Kepulauan Nias.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 2,3 subdider pasal 82 dari Undang Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yunto pasal 64 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara.

Namun, karena pelaku merupakan ayah kandung korban, hukuman kepada pelaku akan ditambah sepertiga dari ancaman hukuman maksimal dari 15 tahun ditambah 5 tahun menjadi maksimal 20 tahun penjara.

Koordinator Advokasi PKPA Kepulauan Nias Khairidani yang dihubungi wartawan sebelumnya, mengakui jika saat ini korban sudah berada dalam perlindungan PKPA Kepulauan Nias. Namun dia menolak berkomentar lebih banyak kepada wartawan.

Untuk diketahui, pada berita sebelumnya, telah diungkapkan jika perbuatan SG kepada anak kandungnya terungkap atas kecurigaan guru di sekolah dimana Mawar menimba ilmu sebagai siswa kelas III SMP.

Mawar kemudian dibawa ke Polsek Gido untuk melapor, dan Polsek Gido langsung mengamankan pelaku, serta kemudian menyerahkan keduanya ke unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA), Sat Reskrim Polres Nias, Kamis (22/10).(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.