Beranda ›› Foto & Video ›› Pejabat Kemenag Tapteng Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan

Pejabat Kemenag Tapteng Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan

Tapteng , suarasumut.com – Terkait dengan aksi kekerasan yang dilakukan pejabat Kemenag Tapteng (Kementrian AgamaTapanuli Tengah) Deristan Malau di ruang kerjanya terhadap wartawan Harian Batak Pos Bersinar Jason Gultom, Jum’at 17-10-2014, puluhan AWAK (Assosiasi Wartawan Anti Kekerasan) Sibolga-Tapteng melakukan aksi damai solidaritas/unjuk rasa Rabu, 22-10-2014 di Kantor Kemenag Tapteng Kecamatan Pandan Provinsi Sumatra Utara.

Sikap tegas yang diminta oleh para AWAK Sibolga-TapTeng meminta kepada Deristan Malau (DM) agar mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum,sebab DM telah melanggar Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999.

Jason Gultom berorasi, bukan saya yang melaporkan kejadian ini, justru seluruh rekan Pers Sibolga-Tapteng yang mengadukan kejadian yang lewat, kepihak yang berwajib, karena lanjut Jason kami seluruh rekan media yang ada di tanah air ini, agar tidak terulang lagi kekerasan terhadap PERS maka kami seluruh Wartawan minta sekali lagi, agar DM mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum,tegasnya.

Bukan hanya itu saja tegas Jason, DM juga melanggar KUHP pasal 406 tentang pengerusakan, terangnya pada saat itu, saya meminta ingin wawancara dengan DM, yaitu tentang dugaan PUNGLI (Pungutan Liar) masalah terkait sertifikasi guru PAK (Pendidikan Agama Kristen). “Malah yang saya dapat  kekerasan fisik, DM melempar (terbakar emosi) buku dan tong sampah yang ada di dalam ruang kerjanya, dilemparnya arah wajah  dan merusak kamera saya, sungguh perbuatan yang sangat tidak layak di contoh oleh publik. Memang saya pribadi yang korban tegas Jason,tapi itu semua telah memukul seluruh wartawan yang ada di tanah air ini,” ujarnya.

Herbeth Sitohang, wartawan mingguan Tipikor menyampaikan orasinya, sesuai dengan pasal 351 tentang penganiayaan bahwa perbuatan DM sangat di sesalakan sebagai pejabat pemerintahan di Tapteng ini, dan juga lanjut Tohang melanggar KIP (Ketebukaan Informasi Publik) No.14 Thn 2008, kami dari AWAK Sibolga-TapTeng meminta aparat hukum,agar polres TapTeng segera menangkap DM selaku predator PERS, kalau tidak para AWAK akan menindak lanjuti kasus tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, karena perbuatan tersbut benar-benar melukai hati insan Pers Indonesia,dan meminta kepada kemenag provinsi Sumatra Utara dan kemenag pusat agar mencopot jabatan DM.

Hal senada diungkapkan oleh wartawan harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Sibolga-Tapteng, Jhonpiter Simorangkir,mengatakan, sesuai dengan surat tugas yang di tugaskan kepada Pers, dalam menjalankan tugas sangatlah dihargai dan dilindungi UU Pers.

“Disana jelas bunyinya, barangsiapa lanjutnya yang menghambat tugas jurnalistikdapat dikenakan sanksi hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp.500 juta yang sesuai dengan BAB VII pasal 18 UU No.40 THN 1999,”tegasnya.

Awak media Sibolga-Tapteng meminta kepada Kepala Tata Usaha, Artamat S.Ag,memaksa agar DM keluar dari dalam kantor Kemenag Tapteng dan menampakkan dirinya,supayapara wartawan mengenali wajah Deristan Malau, namun Artamat mengatakan, saya yang mewakili bapak Kakan Kemenag, agar lebih tertib meminta empat orang yang mewakili wartawan masuk kedalam kantor untuk berdiskusi,pintanya.

Namun para AWAK tetap bersikeras agar meminta DM keluar dari dalam kantor.”Kami tidak mengganggu beliau, kami hanya ingin mengenali wujud DM 10 menit saja berdiri di hadapan kami,”ujar para AWAK Sibolga-TapTeng.Dengan permintaan tersebut akhirnya para AWAK mengenali diri DM. (ph/ss/tt)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.