Beranda ›› Foto & Video ›› Pejabat Dinsosnaker Labura Aniaya PRT Di Bawah Umur

Pejabat Dinsosnaker Labura Aniaya PRT Di Bawah Umur

AeK Kanopan, suarasumut.com – Malang nian nasib Indah boru Purba (14), warga Pasar Minggu Kandis Riau, baru sekitar 10 hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga sudah mengalami tindak kekerasan dari majikannya. Pengakuan Indah, saat diwawancarai, ia tidak tahu apa yang menjadi kesalahannya sehingga majikannya tega memperlakukannya sedemikian rupa.

Dikisahkannya, Selasa 12 Agustus kemarin, dengan tuduhan mencuri barang miliknya, tiba-tiba saja majikannya Anastasia Bertha Nauli Simatupang, memukul dan menjadikan Indah sebagai sasaran kemarahannya. Seperti ditirukan Indah, sembari menuduhnya sebagai pencuri, Anastasia terus memukulinya dan membentak-bentak layaknya orang yang kehilangan akal sehat.

Takut diperlakukan lebih parah lagi, Indah pun memutuskan untuk kabur dari rumah majikannya. Tidak kurang dari sehari semalam, Indah harus bersembunyi di areal kebun kelapa sawit yang berada tidak jauh dari rumah majikannya. Tanpa makan dan minum, Indah pun harus pasrah untuk menghabiskan dinginnya malam di areal kebun sawit yang berada di belakang rumah-rumah warga tersebut.

Memang, hari pertama Indah kabur dari rumah, majikannya yang merupakan salah seorang pejabat eselon IV di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Labura ini sempat mencari-carinya di sekitar kebun, namun, mungkin karena Indah sembunyi karena takut dipukuli kembali, majikannya pun kembali ke rumahnya tanpa bisa menemukan Indah.

Esoknya, rabu (13/8), warga sekitar yang kemudian mengetahui perbuatan Anastasia ini, kemudian mencari Indah di areal kebun sawit. Beruntung, warga berhasil menemukan Indah dan segera membawanya ke rumah salah seorang warga N br Siregar, salah seorang warga yang berinisiatif untuk mencari Indah mengisahkan, ia bersama para tetangganya, begitu menemukan Indah, mereka pun membawanya ke rumah dan memberinya makan.

“Dia dapat kami ya di sawitan itu, katanya udah dua hari satu malam dia ada di sana. Padahal di situ gelap kali kan,” ujar ibu rumah tangga yang rumahnya berada persis di dekat areal kebun sawit ini.

Setelah Indah ditemukan dan dibawa ke rumah warga, Anastasia pun datang dan dengan seenaknya saja hendak membawa Indah ke rumahnya. Namun karena mengalami ketakutan yang luar biasa, Indah menolak dan tidak mau kembali ke rumah majikannya. Akibatnya, Anastasia yang ditemani oleh pembantunya yang lain, (tidak diketahui identitasnya) pun memaksa Indah untuk ikut pulang. Karena Indah menolak, Anastasia bersama pembantunya langsung menarik dan menyeretnya ke rumah mereka.

Entah setan apa yang merasuki Anastasia yang sedang berada dalam kondisi hamil tua ini, meski tak memberikan perlawanan, disaksikan oleh warga, Indah masih saja dipukuli dan ditampar hingga berkali-kali.

Melihat kenyataan ini, N br Siregar bersama tetangganya kemudian membawa indah kembali ke rumahnya, mereka juga sempat mengancam akan melaporkan Anastasia ke polisi. Namun karena pertimbangan keluarga Indah berada jauh di Riau dan juga bukan termasuk keluarga yang berada, warga pun mengurungkan niatnya untuk membuat laporan ke polisi.

Warga lain, N br Sianipar, juga memberikan keterangan yang sama. Ia juga merasa sangat keberatan dengan sikap dan perlakuan Anastasia terhadap Indah yang masih di bawah umur. “Memang kurang ajar kali boru Simatupang itu. Masa’ tega melakukan perbuatan seperti itu kepada anak kecil,” ujar N br Sianipar yang juga merupakan istri dari anggota DPRD Sumut terpilih ini.

Saat ini Indah berada di rumah N br Sianipar, dan rencananya akan dibawa ke Medan untuk tinggal dan menetap di rumah mereka. Namun sayang, sepertinya rencana N br Sianipar ini tidak disetujui oleh Anastasia dengan alasan Indah belum mengembalikan barangnya berupa perhiasan yang menurutnya telah dicuri Indah.

Bukti tidak terimanya Anastasia dengan rencana itu tampak dari pesan singkat seluler yang dikirimkannya kepada Ibu Kandung Indah di Kandis Riau. Dalam pesan singkat yang diteruskan ke ponsel milik N br Sianipar itu, Anastasia mengancam akan melaporkan Indah ke polisi.

“Bilang sama yang bawa si Indah itu biar dibayar uangku. Masalah dia ku tampar silahkan laporkan, kalau kalian tidak senang. Masih ada sepatu, celana dan anting-antingku belum dikembalikannya. Itu bisa kulaporkan,” demikian kutipan pesan singkat Anastasia.

Hingga berita ini ditulis, kondisi kesehatan Indah relatif baik, hanya terdapat sedikit bekas memar di wajahnya. (rz/ss/lu)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.