Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Pedagang Minta Subsidi, Trayek Angkutan Umum Dialihkan Lewati Pasar Terpadu Pandan

Pedagang Minta Subsidi, Trayek Angkutan Umum Dialihkan Lewati Pasar Terpadu Pandan

Tapteng | suarasumut.com  –  Demi menghidupkan pasar terpadu Pandan, fisik jalan di sekitar jalan Sibuluan kecamatan Pandan telah rampung di bangun pemerintah daerah sekitar beberapa bulan terakhir ini.

Tidak hanya itu, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Tapteng juga ikut ambil bagian pada pengalihan jalur angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Tapanuli Tengah (Kadishub Tapteng), Kapider Siringoringo mengatakan, trayek transportasi angkutan umum sudah melalui akses jalur pasar terpadu Pandan, sejak Sabtu 5 Agustus 2017 kemarin.

Terkait pengalihan itu, katanya terlebih dahulu pihak dishub melakukan kerjasama terhadap direksinya.

“Jalur untuk melewatinya itu sudah kami lakukan. Dan kami telah alihkan untuk melewati nya mulai dari jalan pesantren Sibuluan bahkan sampai melewati jalan Feisal Tanjung, di kecamatan Pandan,” ungkap Kadishub Tapteng terhadap wartawan, Rabu (09/08/2017), sekira pukul 15.00 Wib, di ruang kerjanya.

Kapider menerangkan, angkutan trayek yang melintas itu meliputi trayek dari terminal Sibolga menuju Pinangsori dan Padangsidempuan, sedangkan trayek Pandan masih tetap seperti semula dikarenakan masih keterbatasan wilayah.

Pasar yang ramai dalam 2 kali seminggu Selasa dan Kamis itu dikatakan telah dilintasi setiap hari hampir seluruh trayek menuju Padangsidempuan.

“Itu sudah hampir semua dialihkan, bahkan setiap hari terkecuali angkutan umum Pandan. Jadwal awal pengalihan itu kami lakukan di luar jam belajar sekolah, dikarenakan menghindari keterlambatan anak pelajar,” jelasnya.

Disinggung tentang subsidi beberapa unit angkot dari beberapa permintaan para pedagang, Ia mengungkapkan tidak akan tertuang dalam anggaran tahun ini.

“Kalau memang permintaannya subsidi angkot dari daerah, harus jatuh pada tahun anggaran 2018 itu,” ucap Kadishub.

Tapi menurutnya, penggratisan angkot untuk pedagang itu tentu sangat membuang keuangan daerah dikarenakan ramainya pedagang itu bukan ditentukan dari salah satunya transportasi.

“Dibuatlah nanti disubsidi untuk mereka, tapi sebatas itu sajanya itu. Menurut saya ketertarikan daya pembeli itu bukan hanya tergantung pada angkutannya,” jelas Kapider.

“Kalau pasar ini hidup, tentu terminal kita juga akan aktif,” tambah Kadishub Tapteng.

Sebelumnya, beberapa pedagang yang berada di pasar terpadu Pandan itu meminta terhadap pemerintah daerah agar mensubsidi (gratis) 6 unit angkutan umum bagi pedagang.

Para pedagang juga meminta terhadap dinas perdagangan dan perindustrian (disperindag) Tapteng agar tidak mengaktifkan lagi pasar Sibuluan, yang sebelumnya digusur untuk mengefektifkan pasar terpadu yang diresmikan beberapa tahun silam.(ph/ss-tt)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.