Beranda ›› Foto & Video ›› Paslon SARO Optimis Menang Dengan Suara Mencapai 70%

Paslon SARO Optimis Menang Dengan Suara Mencapai 70%

Nias | suarasumut.com — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM dan Arosokhi Waruwu, SH, MH (SARO) nomor urut 3 optimis akan memenangkan pemilihan kepala daerah yang akan digelar di Kabupaten Nias 9 Desember 2015. SARO yakin, perolehan suara untuk kembali memimpin Kabupaten Nias 5 tahun ke depan mencapai 70 persen.

Hal tersebut diungkapkan ketua tim pemenangan SARO, Pdt.Bethel Ndraha pada acara pengukuhan tim pemenangan tingkat desa se Kecamatan Gido, di Desa Sirete, kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Senin (23/11).

Pada sambutannya dihadapan ribuan simpatisan SARO yang hadir, Pdt.Betehel Ndraha, menerangkan, jika dilihat dari setiap pengukuhan tim pemenangan paslon nomor urut 3 atau SARO, dari umlah daftar pemilih tetap (DPT) 85.215, SARO bakal meraih suara 70 persen. Kini SARO telah membentuk tim kabupaten sebanyak 112 orang, tim di 10 kecamatan se Kabupaten Nias sebanyak 321 orang, dan tim di 170 desa se Kabupaten Nias sebanyak 1.519 orang.

Pengukuhan tim SARO di tingkat desa yang dilakukan di setiap kecamatan, menurut Bethel Ndara di Kecamatan Hiliserangkai ada sebanyak 57 orang dari 15 desa, Kecamatan Bawolato sebanyak 337 orang dari 25 desa, Kecamatan Hiliduho sebanyak 154 orang dari 16 desa, Kecamatan Sogaeadu sebanyak 71 orang dari 11 desa, dan Kecamatan Botomuzoi sebanyak 50 orang dari 18 desa.

Sedangkan Kecamatan Ulugawo sebanyak 134 orang dari 14 desa, Kecamatan Idanogawo sebanyak 359 orang dari 28 desa, Kecamatan Ma’u sebanyak 83 orang dari 11 desa, Kecamatan Somolo-molo sebanyak 56 orang dari 11 desa dan Kecamatan Gido sebanyak 218 orang dari 21 desa.

Setiap pengukuhan yang hadir tidak hanya tim desa melainkan seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Jumlah yang hadir setiap pengukuhan desa dibeberapa kecamatan setidaknya mencapai 1.200 orang, dan pada pengukuhan di Kecamatan Gido pada hari ini, Senin (23/11), Bethel memberitahu mencapai 2000 orang.

Hal tersebut menurut dia, sebagai bukti jika masyarakat masih merindukan dan berharap agar paslon SARO kembali terpilih dan memimpin Kabupaten Nias untuk periode ke II atau periode 2015-2021.

Tidak lupa dia menguraikan kepada yang hadir, dari 85.215 jiwa yang punya hak pilih sesuai DPT, dia memastikan yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, karena tidak berada di lokasi saat pemungutan suara mencapai 20 persen.

Pemilih hanya sebanyak 80 persen atau 68.172 jiwa, dan dari jumlah tersebut SARO atau nomor urut 3 memperoleh 70 persen, FAATULO atau nomor urut 1 memperoleh 20 persen dan Happy P. Ndraha-Bazisokhi Laia nomor urut 2 hanya memperoleh 5 persen, sedangkan suara batal 5 persen.

Pada akhir sambutannya, Bethel Ndraha selaku ketua tim tidak lupa menekankan kepada seluruh tim untuk tidak menjelek-jelekkan calon yang lain. Dia berharap kepada tim, jika mendukung dan memilih SARO, kiranya yang disosialisasikan visi dan misi serta program kerja yang sudah terlaksana selama mereka menjabat bupati/wakil bupati selama ini.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Nias Yaredi Laoli dalam sambutannya mengatakan, dari 24 orang anggota DPRD Kabupaten Nias, sebanyak 21 orang yang mendukung pasangan SARO atau nomor urut 3.

Paslon SARO menurut dia telah terbukti melaksanakan visi dan misi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias periode 2011-2016, dan yakin seluruih yang hadir pada pengukuhan yang mencapai 2.000 orang akan mendukung dan memilih SARO atau nomor urut 3. Jika SARO kembali memimpin, menurut Yaredi program pembangunan akan cepat terlaksana, karena 21 orang anggota DPRD Kabupaten Nias mendukung SARO.

Salah satu buktinya menurut Yaredi adalah dengan program guru bantu daerah (GBD) yang nantinya dimulai Januari 2016. Perda tersebut akan disahkan (26/11), sehingga guru tidak tetap (GTT) yang honornya selama ini dari komite, ke depan diberi insentif dari APBD.

Minimal Rp 1.000.000 setiap bulan untuk setiap GBD, sehingga dengan sendirinya uang sekolah di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK tidak ada.

Pada kesempatan yang sama, calon Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM dalam pidato politiknya menegaskan, bahwa visi misi mereka kali ini merupakan lanjutan sebelumnya. Berdasarkan RTRW telah dibagi Kecamatan Gido dan Sogaeadu sebagai pusat pemeritahan.

Kecamatan Idanogawo menjadi pusat perekonomian, Kecamatan Bawolato pusat pendidikan. Sedangkan Kecamatan Ulugawo, Ma’u, Hiliserangkai, Botomuzoi dan Hiliduho merupakan pusat perekonomian rakyat.

Program yang sudah dilakukan, memulai pembangunan Kantor Bupati dan DPRD Nias, pembukaan akses jalan di Ulugawo, Somolo-molo dan Ma’u, pembagian bibit unggul karet okulasi dan pengusulan Universitas Negeri Nias.

“Sebelum kami menjabat, khususnya di Kecamatan Ulugawo, Somolo-molo dan Ma’u, warga harus berjalan kaki untuk menjual hasil buminya, dengan memikul di atas kepala. Kini, akses jalan sudah ada, dan kendaraan roda empat sudah langsung menjemput hasil bumi warga seperti getah karet di depan rumah, sehingga harganya juga lebih mahal,”terangnya dalam pidato politiknya.

Pada pembenahan birokrasi pemerintahan, selama menjabat, mereka tidak pernah meminta uang kepada PNS yang mengurus berkasnya. Pengurusan administrasi kependudukan oleh dinas terkait juga dijemput dibeberapa kecamatan.

Sehingga dia berharap, dan tidak lupa memberi keyakinan pada masyarakat, dia sebagai pimpinan daerah yang selalu bersama dengan wakilnya, akan semakin bersungguh-sungguh melaksanakan program kerja demi kesejahteraan masyarakat.(ih/ss/ni)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.