Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Pansus Tinjau 14 Titik Larangan Reklame

Pansus Tinjau 14 Titik Larangan Reklame

Medan| suarasumut.com  –  Sejumlah Reklame yang berdiri di jalur hijau sangat meganggu pemandang di Kota Medan, seperti di jalan Sudirman, reklame yang berdiri tidak lain dengan gambar Prananda Surya Paloh yang tidak di robohkan sampai saat ini oleh Pemko medan.

Maka pada hari ini Panitia Khusus (Pansus) Reklame DPRD Kota Medan siap menyetujui usulan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Medan terkait permohonan peninjauan kembali empat belas kawasan terlarang reklame di Kota Medan.

Hal ini dikatakan Ketua Pansus Reklame Landen Marbun SH kepada awak media usai rapat dengan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) di ruang Komisi D DPRD Medan, Senin (26/10) siang.

Pansus juga siap menyetujui usulan BKPRD Medan tersebut dengan catatan Pemko Medan terlebih dahulu merobohkan seluruh reklame di 14 kawasan
tersebut.

“Kita siap menyetujui usulan tersebut, tapi kita juga meminta Pemko Medan untuk merobohkan seluruh reklame di 14 kawasan tersebut yang sudah jelas jelas jalur kuning,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Pansus Reklame Ahmad Arif SE, MM juga mendesak Pemko Medan segera merobohkan reklame di 14 titik kawasan yang secara aturan tidak diperbolehkan untuk berdirinya reklame.

“Kita terlebih dahulu meminta Pemko Medan tegas, robohkan reklame reklame yang berdiri di 14 kawasan tersebut,” ungkapnya.

Arif meminta Pemko Medan untuk tidak banyak alasan sehingga keberadaan reklame menyalah tersebut terus saja berdiri.

“Jangan banyak alasan, Pemko Medan harus segera merobohkan reklame itu,”jelasnya politisi yang juga Ketua Komisi D DPRD Medan ini.

Anggota Pansus Reklame lainnya, Ilhamsyah SH, meminta Pemko Medan meninjau ulang Perwal 19 terkait pengaturan dan pengawasan reklame ke Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Kita tidak ingin banyak perwal, yang kita inginkan adalah action dari Dinas itu sendiri,” jelasnya.

Ilham mengatakan, penerbitan Perwal juga diharapkan tidak menjadi kebingungan sehingga permasalahan reklame di Kota Medan tidak pernah tuntas.

“Harapan kita penerbitan Perwal ini tidak menjadi kebingungan. Jadi tidak perlu harus banyak perwal yang perlu adalah pelaksanaan Penegakkan perwal itu sendiri di lapangan harus maksimal,” jelasnya.

Ilham mengatakan, Pemko Medan harus mencontoh Surabaya dalam permasalahan reklame ini dimana dengan kemampuan penataan dan tertibnya perijinan mampu meraup PAD lebih dari Rp124 miliar .

“Kalau di Medan, reklame banyak tapi PAD minim,kok bisa sedemikian”.jelas Ilham.(rg,rl/ss/md)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.