Beranda ›› Umum ›› Pagu Rp 5,8 M, Warga Protes Pembangunan Dermaga Sungai Barumun

Pagu Rp 5,8 M, Warga Protes Pembangunan Dermaga Sungai Barumun

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Pembangunan Proyek Dermaga sungai di Dusun Harapan, Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Diprotes warga sekitar. Karena, Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Dinas Kementrian Perhubungan Darat, satuan pengembangan LLASDP Sumatera Utara itu, yang dikerjakan pihak kontraktor PT.Hari dengan jumlah anggaran Rp 5,8miliyar tahun 2015 di nilai asal jadi.

Dilokasi bangunan proyek itu, ratusan warga melakukan orasi (Foto) dan membentang spanduk serta Poster bertuliskan ” tangkap kontraktor nakal, pembangunan ini dari uang rakyat, proyek ini asal jadi, kami minta dinas terkait untuk melakukan peninjauan ulang pembangunan ini.

Selanjutnya, Kemis selaku Kepala Dusun kampung itu juga turut serta menandatangi sebagai bentuk penolakan tersebut ia sangat menyesalkan atas ketidak seriusan pihak kontraktor dalam membangun proyek dermaga. Sebab, menurutnya selain tidak tepat sasaran dalam pengerjaan proyek yang menggunakan uang rakyat itu, juga pelaksanaannya dinilai menyimpang karena diduga banyak pengurangan volume.

“Kita bukannya tidak senang dengan program pemerintah dalam membangun dermaga ini, namun seharusnya pihak kontraktor sebagai pemenang tender serius mengerjakannya. Jangan asal jadi seperti ini, baru hitungan hari sudah terlihat bangunan retak dan di saat air pasang bangunan kantornya tengelam sekitar setengah meter.Jangan hanya membangun tanpa jelas fungsi dan kegunaannya, ini namanya mubajir,”kesalnya.

Selain itu, Kemis mengaku khawatir dengan proyek dermaga yang dibangun tersebut akan terkesan sia-sia dan dikhawatirkan tidak berfungsi.

“Kami khawatir proyek ini tidak berfungsi sepeti proyek bangunan dermaga yang ada di Sei Piandang dan Kampung Sipirok Desa Selat Besar. Dimana, dermaga tersebut terbengkalai dan tidak berfungsi.

Jadi, orasi ini kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak pengawas dan perwakilan kontraktor yang sudah berulang kali kami tegur agar meterial bangunannya diperbaiki namun tidak diperdulikan,”ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan proyek mengaku tidak mengetahui jika proyek dermaga yang dibangun itu terkesan dikerjakan asal jadi.

”Kami tidak tahu dan tidak mengerti pak. soalnya PPK dan Pengawas lagi di Medan, jarang berada ditempat,”ucap Bayu salah satu suplayer pengadaan barang dalam proyek itu.

Informasi yang dihimpun, dari sejumlah warga yang melakukan unjuk rasa, proyek tersebut diduga tidak menggunakan tapak kuda atau pondasi, hanya cerucuk sepanjang satu meter yang ditanam. Setelah itu, dipasang batu padas. Dan selanjutnya dipasang besi angkernya yang tidak sesuai ukurannya, sehingga hanya hitungan hari proyek bangunan tersebut sudah tampak jebol dan retak-retak.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Menkumham RI Didampingi Bupati Nias Dan Wali Kota Resmikan Galangan Kapal

Nias | suarasumut.com  –  Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia Prof.Yassona Hamonangan Laoly didampingi Bupati …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.