Beranda ›› Kabar Sumut ›› Dairi ›› Orang Tua Keluhkan Harga Buku LKS, Dinas Pendidikan Dairi Akan Lakukan Monitoring

Orang Tua Keluhkan Harga Buku LKS, Dinas Pendidikan Dairi Akan Lakukan Monitoring

Dairi, suarasumut.com – Praktek ‘jual beli’ dan perdagangan berbagai alat sekolah lainnya, hingga saat ini masih terus berlangsung pada sekolah-sekolah di Kabupaten Dairi. Nominal rabat yang nilai satuannya rendah dari buku dan Lembar Kerja Siswa (LKS), menjadi sasaran empuk para guru yang nota bene sudah menerima tunjangan sertifikasi. Parahnya lagi, para siswa yang orang tuanya terdaftar sebagai pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) juga turut menjadi korban.

Bahwa jual beli buku dan LKS dilarang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PP No. 66/2010 tentang Perubahan atas PP No. 17/2010.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekolah Dairi-Pakpak Bharat Hulman Sinaga kepada Metro Dairi, Rabu (15/10) di Sidikalang. Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan Dairi perlu membuat standarisasi penggunaan alat belajar sekolah, sehingga tidak terjadi simpang siur pada isi buku dengan materi yang disampaikan guru di kelas.

“Standarisasi dan pemberian ketentuan pengarang dan penerbit itu perlu, karena menyangkaut isi dan materi buku dan LKS. Selain itu, pembebanan siswa untuk membeli pakaian seragam dan olah raga dari sekolah, perlu dibuat aturannya sehingga tidak menimbulkan tanggapan negatif para orang tua siswa,” sebut Hulman.

Beberapa sekolah yang dikonfirmasi awak media, Selasa-Rabu (14-15/10) di Dairi, berbeda-beda cara penjualannya. Sebagian sekolah ada yang mengkordinir penjualannya sedangkan lainnya cukup memerintahkan siswa untuk membeli dari salah satu usaha dagang. Sementara guru yang mengajar mengaku, LKS merupakan kebutuhan siswa sehingga disarankan untuk dimiliki setiap siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi Dra Rosema Silalahi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Drs Panoguan Malau, Rabu (15/10) di ruang kerjanya, mengaku belum menerima keluhan dan laporan dari para orang tua yang merasa keberatan akan harga LKS yang dibeli oleh para siswa. Disebutkan, segala alat-alat yang menunjang proses belajar mengajar di sekolah dapat mempergunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Disinggung mengenai otonomi sekolah yang dibuat menjadi alasan untuk melakukan praktek berjualan di sekolah-sekolah, Malau mengaku tidak berhubungan. “Otonomi pendidikan itu hanya membagi kewenangan sekolah negeri dan swasta dalam hal jam efektif belajar dan hari libur. Setidaknya, untuk libur nasional pihak swasta harus mengusahakan persesuaiannya dengan Keputusan Meneteri. Namun, kalau hari besar keagamaan, tergantung kepada sekolah swasta itu sendiri,” sebut Malau.

Menurut Malau, penggunaan LKS untuk para siswa harus diberlakukan karena memang salah satu kebutuhan siswa itu sendiri. Namun, mereka akan melakukan monitoring soal harga dan akan membuat ketentuan penerbit yang menyangkut isi LKS.

“Sepanjang mendukung dan mendorong pengetahuan akdemis siswa serta menjadi bahan belajar, masih wajar. Namun, kalau sudah melampaui batas harganya kami akan memanggil dan menegur. Hingga saat ini, Disdik kabupaten/kota belum memiliki kewenangan penuh terhadap seluruh sekolah, sehingga kami tidak dapat melakukan kontrol dan monitoring,” tambah Malau.

Informasi yang didapatkan dari sumber yang dipercaya, harga penjualan LKS di sekolah-sekolah Kabupaten Dairi sudah melebihi dari harga sebenarnya. Menurut sumber, harga pembelian LKS dan biaya transportasinya hingga ke Sidikalang hanya Rp. 6.000,-. Namun, kenyataannya LKS dijual hingga Rp. 14.000,- setiap mata pelajaran. Sementara, para siswa diharuskan memiliki LKS hingga 13 buku.(vd/ss/dr)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.