Beranda ›› Headline ›› Oknum TNI Pengawas Proyek Gedung Dispenda ?

Oknum TNI Pengawas Proyek Gedung Dispenda ?

Rantauprapat, suarasumut.com – Pembangunan proyek gedung Dinas Pendapatan daerah berbiaya Rp 5,6 Milyar lebih di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu bersumber dari APBD Tingkat I Provsu T.A 2013 tersebut agaknya teristimewa dari proyek-proyek lainnya.

Pasalnya, proyek yang disinyalir kental dengan aroma KKN tersebut mendapat pengawalan dari aparat yang berpakaian preman, hal ini tentunya menyalahi aturan serta tupoksi, sebab untuk pelaksanaan proyek bukan gaweanya aparat.

Akibatnya, proyek yang dilaksanakan oleh PT.Dwi Tunggal Bersama ini terkesan memiliki bodyguard aparat, sehingga kesannya menakut-nakuti masyarakat , padahal saat ini keterbukaan publik menjadi acuan negara kita.

Saat disambangi suarasumut.com dan beberapa wartawan serta LSM dilokasi 6/8, oknum aparat yang menurut keterangan salah seorang LSM adalah tetangganya itu mengaku tidak mengetahui siapa kontraktor proyek yang diawasinya itu.

“Maaf pak, saya tidak tahu siapa pemborong proyek ini, saya disini hanya sebagai pengawas para pekerja,”sebutnya sembari meninggalkan para wartawan yang berada dilokasi proyek tersebut.

Anehnya, Kepala UPT Dispenda Labuhanbatu, Sueb sebagai kuasa pengguna anggaran sampai saat ini sulit ditemukan guna konfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut, kendati para awak media telah beberapa kali mendatangi kantornya.

Muslim Manik pegiat Aliansi Penyelamatan Indonesia dalam menyikapi hal ini sangat menyayangkan kinerja Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang dinilai amburadul, sebab melibatkan oknum aparat untuk mengawasi pelaksanaan proyek.

“Sebenarnya dinas terkait lah yang seharusnya mengawasi jalannya suatu proyek,bukan aparat, inikan dapat menimbulkan image buruk kedepannya, se olah-olah proyek tersebut menggunakan “tangan besi”, pungkasnya.

Hal senada juga terlontar dari Patrisno, sebagai aktivis Laskar Anti Korusi Labuhanbatu ”mencium” adanya aroma KKN di proyek yang menggunakan uang rakyat milyaran rupiah itu.

“Kita meminta aparat penegak hukum agar menyikapi hal ini,sebab ditaksir kerugian negara dalam pelaksanaan proyek ini mencapai ratusan juta rupiah,”terangnya.(ta/ss/ra)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.