Beranda ›› Headline ›› Mobil Avanza Milik Terdakwa Ocam Diduga Digelapkan Oknum Kasat Narkoba

Mobil Avanza Milik Terdakwa Ocam Diduga Digelapkan Oknum Kasat Narkoba

Rantauprapat, suarasumut.com – MOBIL Avanza milik Ismail Ahmad alias Ocam terdakwa kasus narkoba mengaku bahwa satu unit mobil avanza BK 1421 YL miliknya digelapkan oleh oknum perwira yang saat itu menangkapnya, Rabu (16/4) dipertapakan perumahan jalan Dewi Sartika Rantauprapat .

” Saat penangkapan itu, aku didalam mobil, mobil ku dibawa Kasat Narkoba ke kantornya. Tapi, sampai sekarang mobil ku raib tidak tahu dimana,” ungkap Ocam ketika dihubungi via seluler, Senin (25/8).

Saat ditannya mengenai mobil miliknya kepada Kasat Narkoba, lanjut Ocam, pihak sat narkoba selalu tidak menjawab.

” Kalau ku tanya tentang keberadaan mobil ku, Kasat Narkoba selalu tak mau menjawab. padahal, didalam BAP tidak ada mobilku dilampirkan menjadi barang bukti,” ujarnya.

Selain itu, Ocam juga menambahkan, pasca ia mengungkapkan dipersidangan bahwa Kasat Narkoba menjual sabu, beberapa petugas diantaranya berinisal S berpangkat Bripka mendatangi dirinya kedalam Lembaga Pemasyarakatan.

“Kemarin datang polisi bertugas di paminal unit Sipropam polres Labuhanbatu menjumpai ku ke lembaga, untuk mempertanyakan pernyataan ku dipersidangan. Dan ku jelaskan bahwa memang itu adalah faktanya. setelah itu mereka pergi,” tandasnya.

Sementara itu, Haris N.Tambunan selaku kuasa hukum terdakwa saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hingga saat ini Kasat Narkoba belum dapat memperlihatkan keberadaan unit mobil Avanza BK 1421 YL milik terdakwa.

” Di BAP tidak ada dilampirkan mobil sebagai barang bukti dan tidak ada surat penyitaan. Dan sampai saat ini Kasat Narkoba tidak dapat memperlihatkan keberadaan mobil itu. Nah, rencananya, kami akan surati Kapolres secara resmi tentang keberadaan mobil itu,” kata Tambunan.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Labuhanabatu ketika dikonfirmasi terkait mobil Avanza milik terdakwa Ocam mengatakan pihaknya akan mencek informasi tersebut kepada Kasat Narkoba. ” Saya tanya dulu ya sama kasat narkoba,” katanya ketika dihubungi via hp.

Diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan perkara narkoba yang melibatkan terdakwa Ismail Ahmad alias Ocam dipengadilan Rantauprapat, Kamis(21/8) dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi oknum Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP. Zulkarnain,SH digelar yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Armansyah Siregar,SH,MH dan JPU Naharuddin Rambe,SH. Namun, sayangnya oknum Kasat Narkoba AKP. Zulkarnain yang telah dipanggil sebanyak 5 kali sebagai saksi tidak hadir dipersidangan. Bahkan majelis hakim telah mengeluarkan surat penetapan dengan No Penetapan 423/Pid.B/2014/PN.RAP. Untuk dihadirkan sidang pada tanggal 21 agustus 2014, tertanggal 14 agustus 2014 juga turut dilanggar.

Meski tanpa kehadiran saksi, akhirnya Ketua Majelis Hakim melanjutkan persidangan dengan memeriksa terdakwa. ”Ya sudahlah, aparat penegak hukum saja enggak mau hadir walaupun sudah dipanggil. Kita lanjutkan saja sidangnya,”ucap Arman sambil melanjutkan persidangan.

Sementara itu, terdakwa Ocam dalam persidangan mengaku bahwa saksi AKP. Zulkarnain sebagai Kasat Narkoba adalah juga tukang jual narkoba. ”Kasat Narkoba tukang jual narkoba. Si Fadil yang ditangkap di Suzuya itu adalah kaki dari Kasat untuk mengedarkan narkoba,” ujar Ocam.

Saat disinggung hakim mengenai kepemilikan barang bukti 1 bungkus kecil narkoba jenis ganja dibungkus nasi warna coklat seberat 2,78 gram, Ocam membantah bahwa barang bukti yang dipersidangan bukan miliknya. ” Memang ada satu bungkus ganja milik ku, tapi bukan itu barangnya,” jawab Ocam.

Selain mengaku Kasat Narkoba penjual narkoba, Ocam juga mengaku bahwa rekannya Maysaroh yang juga turut dalam penangkapan dan telah memberikan sejumlah uang kepada Kasat Narkoba untuk dilepas. ” Kami dua dibawa ke kantor, tapi saat dikantor si Maysaroh memberikan sejumlah uang kepada Kasat. Dan akhirnya si Maysaroh dilepaskan,” ucapnya.

Atas pengakuan terdakwa tersebut, akhirnya Majelis Hakim menunda persidangan satu minggu.” Sidang kita tunda satu minggu,” ungkap Ketua Majelis Hakim sambil mengetuk palu.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Haris N.Tambunan ketika dikonfirmasi terkait tidak hadirnya saksi mengatakan bahwa terdakwa tidak patuh terhadap Kuhap pasal 159 ayat 2 dan dapat dipidana pasal 224 KUHP dengan ancaman 9 bulan. ” Barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam
dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama 9 bulan,” ungkap Tambunan.

Selain itu, Tambunan menilai, penangkapan yang dilakukan Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu dinilai banyak kejanggalan. Sebab, didalam BAP terdapat 7 tanda tangan yang bukan ditandatangani oleh terdakwa. “Ada 7 tanda tangan yang bukan ditandatangani terdakwa. Makanya kita nilai banyak kejanggalan,” ucapnya.

Terpisah, Kasubag Humas polres Labuhanbatu AKP.Viktor Sibarani ketika dikonfirmasi terkait pengakuan terdakwa Ocam dipersidangan mengatakan bahwa Kasat Narkoba membantah menjual sabu . “Sudah saya tanya Kasat Narkoba, dan beliau katakan itu tidak ada,” ungkapnya singkat ketika dihubungi via seluler. (ao/ss/rp).

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.