Beranda ›› Headline ›› Miliki Sabu 18 Gram, Bandar Dan Pengedar Terancam Penjara Diatas 5 Tahun

Miliki Sabu 18 Gram, Bandar Dan Pengedar Terancam Penjara Diatas 5 Tahun

Rantauprapat | suarasumut.com – Sidang perdana terdakwa Hamzah Ritonga (26), warga Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Berperan sebagai Bandar sabu di Rantauprapat, sedangkan rekannya Dewanto Tanjung alias Dewa alias Poltak (23) warga Dusun Purba Tua, Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat berperan sebagai Pengedar, Digelar di Pengadilan negeri Rantauprapat, Kamis (26/11).

Sebelum Jaksa Penuntut umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa, Majelis Hakim yang diketuai oleh R.Aji Suryo menyarankan kepada kedua terdakwa agar menggunakan Penasehat hukum dari Negara (Prodeo). Sebab, ancaman hukuman kedua terdakwa diatas lima tahun penjara.

“ Karena ancaman hukuman kedua terdakwa diatas lima tahun penjara, maka kita akan menetapkan pengacara kedua terdakwa dari Negara,” kata Aji.

Dihadapan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Maulita sari membacakan dakwaan terahdap terdakwa. Dimana perbuatan terdakwa terjadi pada Senin (14/9) Sekira pukul 20.00 Wib. Saat itu, petugas kepolisian menangkap terdakwa Dewanto Tanjung alias Dewa alias Poltak dirumahnya. Dari tangan terdakwa petugas menemukan barang bukti tiga bungkus plastik klip berisi 16,06 gram sabu-sabu dan dua bungkus plastik klip berisi 0,56 gram sabu-sabu. Dari pengakuan terdakwa, barang haram tersebut diperoleh dari terdakwa Hamzah Ritonga alias Hamzah. Kemudian, petugas menangkap terdakwa Hamzah. Dari pengakuan terdakwa hamzah menyimpan dua bungkus plastik klip sabu-sabu seberat 1,96 gram yang disembunyikan di dalam bagasi sepeda motor Honda Vario di sebuah rumah di jalan Sigambal.

“Atas Perbuatan terdakwa, kedua terdakwa didakwa pasal 114 ayat 2 UU RI.No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika junto Pasal 112 Ayat 2 UU RI.No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,”ucap JPU sambil membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, sidang pun dilanjutkan mendengarkan keterangan dari Saksi. Dihadapan majelis hakim, JPU dan kedua terdakwa, kedua saksi dari petugas kepolisian menjelaskan peristiwa penangkapan kedua terdakwa. Dimana, keterangan kedua saksi sama dengan isi dakwaan dari JPU. Hanya saja, kedua saksi menambahkan jika barang bukti dari kedua terdakwa berasal dari seorang Bandar berasal dari kota medan. “Berdasarkan pengakuan dari kedua tersangka, barang bukti itu diperoleh dari warga medan,” ucap kedua saksi.

Usai memberikan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda persidangan selama satu minggu.

Menanggapi sidang tersebut, salah satu tokoh masyarakat di Rantauprapat berharap kepada aparat hukum khususnya lembaga pengadilan agar menghukum kedua terdakwa seberat-beratnya. Sebab, menurutnya kedua terdakwa tersebut sudah lama menjalankan bisnis haram di kota Rantauprapat dan sekitarnya.

“Siapa yang gak kenal dengan si Hamzah. Sudah bertahun-tahun si Hamzah menjalankan bisnis haram itu. Bahkan, gara-gara bisnis haramnya itu, jadi kaya si Hamzah. Jadi, kita berharap agar terdakwa itu dihukum seberat-beratnya, karena sudah banyak yang menjadi korban generasi muda,”pinta Dani Siregar salah satu tokoh masyarakat di Rantauprapat.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.