Beranda ›› Headline ›› Menyoal Mobil Dirusak OTK, Wartawan Labuhanbatu Bentuk Forum Solidaritas Anti Kekerasan

Menyoal Mobil Dirusak OTK, Wartawan Labuhanbatu Bentuk Forum Solidaritas Anti Kekerasan

Rantauprapat, suarasumut.com – Atas dirusaknya mobil oknum wartawan oleh orang yang tak dikenal beberapa hari yang lalu, sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Labuhanbatu baik media cetak dan elektronik membentuk Forum Solidaritas Anti Kekerasan Wartawan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Wartawan tepatnya dijalan Gose tama memperbincang atas perlakuan OTK yang menimpa Sabar Menanti Rambe. “Kita tidak mau terulang lagi pada rekan-rekan se propesi saya atas kejadian yang menimpa saya ini, untuk itu saya berharap dalam pertemuan ini kita dapat dilindungi oleh aparat, karena, dalam peliputan yang kita kerjakan dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999,untuk itu jika kita sepakat agar membuat suatu Forum Solidaritas Anti Kekerasan Wartawan,”kata SM Rambe saat pertemuan itu, Rabu ((29/7) sekitar Pukul 14.30 Wib.

Dikatakannya,dalam pengrusakan yang dilakukan oleh OTK pada obilmnya itu adalah suruhan bandar narkoba yang terbesar di Labuhanbatu, sebab, pada saat ia mendapatkan informasi kalau BD sabu yang dimaksud telah membayar 1 milyar pada oknum Polisi agar BD itu tidak dibuat Daptar Pencarian Orang (DPO).

“Sekitar dua bulan yang lalu kaki dari Bandar tersebut (Mustapa Ritonga) ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Labuhanbatu, info yang saya terima kalau kaki dari BD besar itu memperoleh barang dari si BD, agar ia tidak menjadi DPO melalui orang si BD diduga membayar 1 milyar,”ungkapnya.

Ditambahkannya,merasa yakinnya ia kalau pengurusak mobilnya itu adalah suruhan Bandar Narkoba disebabkan, sewaktu ia konfirmasi pada mantan Kanit Tipiter Polres Labuhanbatu AKP Dodi yang kini menjabat sebagai Kapolsek Silangkitang bisa ia tahu BD tersebut konfirmasi saya pada beliau, saat itu Dodi hanya menjawab melalui pesan singkatnya, karena bang satu kampung sama dia, kalau nampak dia tangkap saja bang,”terang SM menirukan ucapan Dodi.

Selanjutnya, ucap SM lagi, setelah seminggu kemudian ia berselisih diperjalanan yang saat itu SM menaiki mobil sedangkan BD yang dimasksud menaiki sepeda Motor. ”Mau abang tangkapkan aku ya,apa-apa sajanya SMS abang sama pak Dodi, ok lah bang abang lihat saja nanti ya,”jelas SM menirukan ucapan BD tersebut.

Dari cerita yang diterangkan SM Rambe saat pertemuan itu, sejumlah wartawan yang mendegarnya pun langsung meminta pada moderator yang dipimpin Haris Nexsion Tambunan,SH agar membuat suatu pertemuan (Audensi) pada aparat seperti, Kapolres, Dandim dan Danki.

“Sebagai wartawan, kita minta perlindugan pada aparat, untuk itu dalam waktu dekat ini kita berharap bisa beraudensi agar kita aman dalam melakukan tugas Jurnalistik kita,”timpal Porden Naibaho,SH yang diamini para rekan-rekan yang hadir.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.