Beranda ›› Foto & Video ›› Masyarakat Kecewa “Tigor Panusunan Siregar – Fitra Laila” Kampanye Visi Labuhanbatu 2011-2015

Masyarakat Kecewa “Tigor Panusunan Siregar – Fitra Laila” Kampanye Visi Labuhanbatu 2011-2015

Rantauprapat, suarasusmut.com – Dipenghujung kepemerintahan Bupati dr Tigor Panusunan Siregar SpPD bersama Wakil Bupati Suhari Pane SIP periode 2010-2015 yang menyisakan waktu 2 bulan, visi “Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” marak dikampanyekan. Ironinya, kampanye visi Kabupaten Labuhanbatu itu bukan atas nama Pemkab Labuhanbatu Tigor-Suhari, melainkan abang-abang becak dan pengelola warung kuliner bersama Tigor dan istrinya Hj Fitra Laila.

Informasi yang dihimpun suarasumut hingga Sabtu (6/6), kampanye visi “Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” di sepanjang jalan Sisingamangara hingga WR Supratman, inti kota Kabupaten Labuhanbatu marak dikampanyekan melalui spanduk-spanduk. Tak pelak, kampanye visi dipenghujung tahun itu sangat disesalkan masyarakat.

“Kita kecewa, mengapa kampanye itu dilakukan diakhir periode pemerintahan. Terlebih, sosok yang ditonjolkan dalam kampanye itu Bupati bersama Ketua PKK yang merupakan pasangan suami istri. Saya melihat, kampanye visi itu sarat dengan kepentingan politik, bukan untuk merangkul masyarakat membangun daerah ini.,” kata Ucok (37) yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik becak bermotor (Betor) diseputaran jalan WR Supratman.

Menurut Ucok yang sudah bekerja sebagai penarik Betor sejak tahun 2001, dirinya baru mengetahui visi Kabupaten Labuhanbatu 2011-2015 adalah memandirikan daerah tahun 2015 menuju sejahtera 2020. Lanjutnya, dirinya tidak merasakan adanya program Pemkab Labuhanbatu memandirikan daerah. “Bagaimana kita mau mandiri bang, ekonomi kita (masyarakat,red) saja tergantung dengan harga jual buah sawit (tanda buah segar,red) dan getah (karet,red). Tinggi harga sawit dan getah, perputaran uang di masyarakat tinggi. Sebaliknya, rendah harga sawit dan getah, perputaran uang di masyarakat juga rendah,” sebut Ucok sembari menyebutkan, penghasilannya dipengaruhi oleh harga sawit dan harga getah.

Berbeda dengan Ucok, Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Labuhanbatu, Supardi Sihotang lebih menyoroti sosok yang ditonjolkan dalam spanduk yang mengkampanyekan visi Kabupaten Labuhanbatu 2011-2015. Menurut Supardi Sohotang, kedua sosok (Tigor bersama istrinya Fitra Laila) yang ditonjolkan itu menggambarkan adanya perubahan pemimpin daerah. “Sah-sah saja jika ada kelompok masyarakat mengkampanyekan visi Kabupaten Labuhanbatu, namun hendaklah realistis. Visi ‘Labuhanbatu Mandiri 2015 menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” tanggungjawab Bupati bersama Wakil Bupati, bukan Bupati bersama Ketua PKK,” kata Supardi Sihotang.

Lanjut Supardi Sihotang, kampanye yang menonjolkan sosok Bupati Tigor Panusunan Siregar bersama Ketua PKK Fitra Laila dapat menciptakan penafsiran sesat yang seolah-olah pasangan Kepala Daerah Pemkab Labuhanbatu bukan Tigor Panusunan Siregar bersama Suhari Pane. “Tujuan kampanye tidak salah, namun bisa menyesatkan masyarakat yang seolah-olah menafsirkan pasangan Kepala Daerah Labuhanbatu adalah Tigor Panusunan Siregar dan Fitra Laila, bukan Tigor Panusunan Siregar dan Suhari. Khususnya masyarakat luar daerah yang hanya melintas menuju Medan atau menuju Pekan Baru yang tidak mengenal siapa sosok laki-laki dan sosok perempuan dalam gambar,” sebut Supardi Sihotang.

Spanduk Kampanye Titipan

Sesuai investigasi yang dilakukan disejumlah warung kuliner, spanduk kampanye visi Kabupaten Labuhanbatu 2011-2015 itu ternyata hanya titipan belaka. Padahal, dalam spanduk tersebut mengatasnamakan si pengelola warung kuliner. “Hanya satu (spanduk yang diberikan). Gak ada uang,” kata sejumlah pengelola warung kuliner yang ada di lingkungan jalan Sisingamangaraja-WR Supratman.

Menurut pengelola itu, pemasangan spanduk itu tidak dapat mereka tolak dikarenakan adanya sosok gambar Bupati Labuhanbatu, dr Tgor Panusunan Siregar. Mereka menduga itu merupakan kampanye politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015-2020. “Mana berani menolak bang. Itu ada gambar Bupati. Mungkin karena mau Pilkada, pak Tigor-kan maju. Mungkin perempuan (Fitra Laila,red) itu pasangannya (calon wakil bupati,red),” kata salahseorang pengelola warung kuliner yang tidak disebutkan namanya.

Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu, Sugeng yang dikonfirmasi via seluler membantah spanduk-spanduk yang marak dipajangkan di sepanjang jalan Sisingamangaraja-WR Supratman itu sebagai kampanye. Menurut Sugeng, kampanye melalui spanduk-spanduk bukanlah merupakan kegiatan kampanye. “Mana kampanye itu. Kalau kampanyekan banyak orang berkumpul,”kata Sugeng menjelaskan arti “Kampanye” menurut pemahamannya.

Disebutkan bahwa pemasangan spanduk-spanduk tersebut merupakan pemberian (titipan,red) sekelompok orang mengatasnamakan si pemilik warung, Sugeng malah lantang melontarkan kalimat agar pemasangan spanduk tersebut ditolak. “Jika gak terima, ditolak saja,” jawab Sugeng lantang.

Disebutkan lagi bahwa 2 sosok yang ditonjolkan dalam spanduk, yakni dr.Tigor Panusunan Siregar bersama Fitra Laila menciptakan opini kampanye pasangan Kepala Daerah (Kdh) 2015-2020, Sugeng malah menganggap opini tersebut merupakan opini orang-orang yang tidak senang dengan dr Tigor Panusunan Siregar dan Fitra Laila. “Orang-orang yang tidak senang sajanya itu,” jawab Sugeng. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.