Beranda ›› Foto & Video ›› Massa Minta Hakim Tolak Penangguhan Terhadap Terdakwa Penyekapan

Massa Minta Hakim Tolak Penangguhan Terhadap Terdakwa Penyekapan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Walaupun bersedia membuat pernyataan kesiapan melakukan pembayaran hutang dibawah paksaan, tapi Erikson Marpaung (29) warga Desa Kelapa Sebatang Kecamatan Kualuh Leidong justru menjadi korban penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh Prancis Nainggolan bersama Timur Nainggolan.

Meski sejumlah saksi juga telah mendatangi rumah terdakwa, tapi perbuatan merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan tetap mereka lakukan.
Bahkan, penyekapan terhadap diri korban berselang hingga selama 3 hari di dalam rumah para pelaku sejak hingga 23 Juni 2015 lalu.

Tapi beruntung, sekira pukul 20.00 Wib pada tanggal 23 Juni 2015, pihak petugas Polsek Kualuh Hilir membebaskannya. Dan, drama penyekapan itu akhirnya terungkap. Serta berlanjut proses hukumnya ke Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

“Pada hari Minggu 21 Juni 2015 sekira pukul 21.30 wib saksi Pranciskus Nainggolan alias Prancis membawa saksi Erikson Marpaung ke rumah Terdakwa Timur Nainggolan di Dusun Barisan Desa Teluk Binjai, Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara,”ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susi Sihombing, SH dalam sidang perdana perkara tersebut di PN Rantauprapat, Kamis (12/11).

JPU juga mengatakan petugas Polsek Kualuh Hilir H Sitinjak dan D Sihaloho didampingi sejumlah saksi ketika mendatangi lokasi penyekapan, juga sempat mempertanyakan alasan tindak kriminal yang dilakukan, yakni penyekapan dan penganiayaan. Tapi para pelaku berkilah jika saksi korban melawan dan tidak mau meneken surat pernyataan.

“Bahwa akibat perbuatan terdakwa Timur Panjaitan bersama saksi Prancis Nainggolan mengakibatkan saksi Erikson Marpaung mengalami trauma dan ketakutan akibat disekap atau dikurung,” ujar JPU di dalam sidang beragendakan membacakan berkas dakwaan itu.

Sidang itu sendiri dipimpin Hakim Ketua Pitriadi, SH dan hakim anggota M Iqbal FJ Purba, Rinaldi SH, Serta panitera Megawati Simbolon, SH.

JPU dalam kasus itu mengancam pidana pelaku dalam pasal 333 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tolak Penangguhan

Pada persidangan itu, pihak Penasehat Hukum terdakwa juga menyampaikan permohonan kepada pihak Mejelis Hakim. Yakni, permohonan agar klien mereka dilakukan penangguhan tahanan.

Berbagai alasan diajukan untuk hal itu. Tapi, pihak Majelis Hakim akan mempertimbangkan. Dan, sidang ditunda hingga Kamis depan pada tanggal 19 Nopember 2015. Guna sidang beragendakan mendengarkan eksepsi terdakwa.

Sedangkan aksi solidaritas dari sejumlah warga terlihat di halaman PN Rantauprapat. Sejumlah massa menggelar media luar berupa spanduk dengan pengharapan agar pihak PN Rantauprapat menegakkan hukum seadil-adilnya. Dan dilakukan penolakan terhadap penangguhan penahanan terdakwa.

Meski aksi itu mengundang perhatian pengunjung, para hakim, jaksa dan para staf di PN Rantauprapat, tapi tidak memunculkan keributan. Aksi damai itu sendiri sebagai bentuk solidaritas.(Ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

2 Komentar

  1. Timur NainggolanHakim PNDitahanTahanan Rutan06 Nov. 2015Nomor 1290/Pen.Pid/2015/PN Rap06 Nov. 201505 Des. 2015

  2. Sebaiknya PN menyelesaikan persidangan ini secepatnya, karena begitu banyaknya perkara di PN RantauPrapat mencapai 45447 (http://sipp.pn-rantauprapat.go.id/#page-2273), tegakkan hukum dan hindari penyuapan. Sy melihat sudah jelas-jelas terdakwa mengakui perbuatanya “penyekapan dan pemukulan” (http://sipp.pn-rantauprapat.go.id/#page-2), tinggal Hakim memutuskan, tidak beralasan utk menunda perkara ini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.