Beranda ›› Headline ›› MASSA LGC LABUSEL, TUDING DAN TUNTUT PKS PT. NUBIKA JAYA

MASSA LGC LABUSEL, TUDING DAN TUNTUT PKS PT. NUBIKA JAYA

Kota Pinang, suarasumut.com – Pabrik Kelapa Sawit PT. Nubika Jaya kembali didatangi para aksi demo, Kamis 22/5. Massa yang tergabung dengan Labusel Green Community (LGC) menuding PT.Nubika Jaya lakukan berbagai pelanggaran dan pelanggaran yang dilakukan sudah sering terjadi. Diduga perusahaan yang memproduksi CPO ini tidak mengindahkan ketentuan dan sudah melanggar Hukum.

Perusahaan yang berada di Dusun Blok Songo Desa Sisumut Kecamatan Kota Pinang informasinya pendirian PKSnya seharusnya di Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat.Dalam hal ini LGC atas nama masyarakat mempertanyakan status Ijin Lokasinya.

Hasil pantauan suarasumut.com dilapangan pihak PT. Nubika Jaya menghambat dan sengaja menghalangi aksi LGC untuk bertemu dengan pimpinan Perusahaan.

“Bahkan beberapa dari kelompok aksi demo menuduh PT.Nubika Jaya lakukan arogansi dan menurunkan massa tandingan, terbukti adanya sekelompok massa yang memakai pita biru dibajunya,”ungkap salah satu anggota LGC.

Tuntutan lain LGC terhadap perusahaan PKS yang berdiri di pinggir jalan lintas sumatera ini untuk memberhentikan kegiatan produksinya karena telah mengganggu dan tidak peduli dengan dampak yang akan terjadi terhadap masyarakat sekitar.
Tempat berdirinya perusahaan merupakan tempat pemukiman padat penduduk, disini terlihat sikap PT. Nubika Jaya sebagai pemilik modal menunjukkan ketidak peduliannya terhadap dampak lingkungan.

LGC juga memaparkan dan sekaligus mempertanyakan adanya laporan masyarakat Dusun Blok songo pada tahun 2002 terkait pembangunan tempat berdirinya PKS PT.Nubika Jaya kepada Pengadilan Rantauprapat dengan daftar No.5/pdt.6/2002/PN-Rap yang diterima Pengadilan pada tanggal 04/03/2002.

Isi surat laporan masyarakat meminta Pengadilan Rantauprapat untuk memindahkan lokasi pembangunan PKS dengan alasan tempat berdirinya PKS terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat Dusun Blok Songo.

Irpan Rifai Nst, Andi dan Putra yang tergabung massa LGC Labusel menuding PT. Nubika Jaya tidak mematuhi perundang-undangan yang berlaku,tidak berwawasan lingkungan,tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup atau menciptakan keselama tan,dan kesehatan,kenyamanan, dan kesejahteraan anggotanya.
Dengan tegas Labusel Green Community menuntut beberapa point,
Omerald Oleo Holdings ltd pemodal asing bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan dan udara yang melibihi baku mutu emisi katel uap perusahaan, Menuntut PT Nubika Jaya dan Emerald Oleo Holding ltd atas ketidak patuhannya untuk memenuhi ijin Mendirikan Bangunan dan gangguan, yang merupakan sumber pendapatan asli daerah Labusel dari sektor restribusi, Mematuhi UU No1 tahun 1970 tentang K3 -dan peraturan mentrans no:Per-09/1985 dan Per-09/MEN/VII/2010 dan pimpinan PT.Nubika jaya Harus bertanggung jawab atas tindak pidana tersebut, Jangan bodohi pemerintah kami dengan penggelapan pajak dari sektor penghasilan perdagangan limbah padat abu sisa pembaka ran cangkang, PT. Nubika Jaya harus memenuhi Baku Mutu Emisi Katel UAP, PT.Nubika Jaya tidak diperbolehkan buang limbah ke Daerah Aliran Sungai (DAS).(wd/ss/ls)

Lihat Juga

Bupati Karo Lantik Tujuh Pejabat Tinggi Pratama

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH melantik Staff Ahli dan 7 Kepala SKPD …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.