Beranda ›› Foto & Video ›› Martinus Lase Bersama Rakyat Bangun Kota Gunungsitoli

Martinus Lase Bersama Rakyat Bangun Kota Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Membangun sebuah Kota bekas pemekaran bukan hal yang mudah. Tetapi membangun bersama rakyat, sebuah Kota kecil bisa menjadi tempat yang nyaman untuk meniti hidup antara pemimpin dan rakyat yang sejahtera. Menapak dari bawah juga terjadi pada pembangunan di Kota Gunungsitoli.

Kota Gunungsitoli yang tercipta atas pemekaran Kabupaten Nias tahun 2008 yang lalu, harus meniti dari bawah untuk dapat menjadi sebuah daerah yang dapat dipandang serta diperhitungkan daerah lain.

Pembangunan yang dilakukan terus menerus pada daerah yang penduduknya berjumlah 128.337 jiwa sesuai data tahun 2012 yang terdiri dari 62.793 penduduk laki-laki dan 65.544 perempuan, kini mulai muncul dengan sejumlah pembangunan dan keberhasilan dimana mana.

Empat tahun Kota Gunungsitoli yang dihuni berbagai etnis, seperti etnis Nias, Minang, Tionghoa, Batak, Aceh, dan Jawa, dengan luas Wilayah Kota ± 469,36 Km yang terdiri dari 6 Kecamatan, 98 desa dan 3 Kelurahan, ditata sedikit demi sedikit dibawah kepemimpinan Walikota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp bersama Wakilnya Drs.Aroni Zendrato.

Semboyan menjadikan Kota Gunungsitoli menuju Kota “Samaeri” juga sudah mulai dibuktikan, sehingga perubahan tersebut dari waktu ke waktu mempengaruhi aksesbilitas masyarakat dalam berbagai aspek dan dimensi pembangunan. Kini Kota Gunungsitoli yang dahulu memiliki banyak daerah terisolasi, kini mulai mengembang dengan memiliki Jalan Negara dengan panjang 2,46 Km, Jalan Provinsi 31,5 Km dan jalan kota dengan kualitas Hot Mix dan Lapen dengan panjang 440,85 Km.

Bahkan Kota Gunungsitoli yang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2008, dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto tanggal 29 Oktober 2008, kini telah menjadi sentral di lima kabupaten/Kota se kepulauan Nias.

Kota Gunungsitoli sebelah Utara berbatasan dengan kabupaten Nias Utara, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Nias, sebelah timur berbatasan dengan samudera Indonesia dan sebelah barat berbatasan Kabupaten Nias, kini memiliki Bandar Udara Binaka dengan panjang landasan Pacu berstruktur aspal hotmix dengan dimensi 1.800 m x 30 m, Pelabuhan Laut Gunungsitoli dengan Panjang Dermaga 86 meter lebar 20 meter, dan kedalaman Laut 100 meter, serta memiliki 2 unit Terminal, yakni Terminal Faekhu Kecamatan Gunungsitoli Selatan, dan Terminal Gamo Kecamatan Gunungsitoli .

Dibawah rancangan Walikota dan wakil Walikota dibantu Sekda Drs.Edison Ziliwu, MM, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan mulai terbuktikan dengan jumlah bangunan sekolah permanen di Kota Gunungsitoli nyaris mencapai angka seratus persen.

Untuk sarana dan prasarana kesehatan, Kota Gunungsitoli kini sudah memiliki 6 unit Puskesmas yang terdiri dari puskesmas rawat inap dan rawat jalan, sehingga warga di enam kecamatan di Kota Gunungsitoli tidak perlu harus ke Kecamatan Gunungsitoli untuk mendapat pelayanan kesehatan, bahkan Puskesmas Puskesmas yang di Kota Gunungsitoli, juga dibantu dengan berdirinya Pustu atau poskesdes di sejumlah desa untuk memperluas pelayanan pemerintah Kota Gunungsitoli terhadap masyarakat dibidang kesehatan.

Dibidang ekonomi, Kota Gunungsitoli juga sudah mulai memperlihatkan kemajuannya, kejahteraan masyarakat Kota Gunungsitoli lambat laun mulai meningkat, dan dibuktikan dengan meningkatnya pendapatan perkapita penduduk Kota Gunungsitoli dari tahun ke tahun. Bahkan dibidang pertanian, Kota Gunungsitoli kini sudah memiliki infrastruktur irigasi di Desa Humene seluas 800 ha dan Desa Afia Bouso seluas 900 ha, Infrastruktur Perikanan terdiri dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT), dan sarana serta prasarana perdagangan seperti Pasar semi Modern 2 Unit, Mini Market 5 Unit, pasar Tradisional 4 unit, perbankan 6 Unit dan pertokoan yang tersebar.

Kini Kota Gunungsitoli sebagai pusat berbagai kepentingan dan tujuan semua orang di Kepulauan Nias maupun dari luar daerah, memiliki berbagai fasilitas perhotelan, hiburan, serta sarana dan prasarana kepariwisataan.

Kota Gunungsitoli menjadi Kota “Samaeri” bukan hanya isapan jempol, tetapi sudah ada di depan mata, dengan program tahun 2015 yang lebih brilian dan pro rakyat Walikota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp dan Wakil Walikota Drs.Aroni Zendrato, dibantu Sekda Drs.Edison Ziliwu, MM.

Dengan mengandalkan sektor jasa Perdagangan dan industri sebagai lokomotif perekonomian daerah, posisi stategis Kota Gunungsitoli tersebut sebagai pintu gerbang Kepulauan Nias juga menajdi salah satu penyebab aktivitas perdagangan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, secara bertahap, Kota Gunungsitoli akan memiliki berbagai industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.

Empat tahun dibawah kepemimpinan Martinus Lase, Kota Gunungsitoli tiga kali berturut turut mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mendapat dua kali Raskin Awards atas hasil tertib adminitrasi penyaluran Raskin, serta predikat daerah otonom baru terbaik .

Ditambah prestasi Walikota yang belum lama dilakukan adalah keberhasilan Walikota Gunungsitoli beserta jajarannya mengawal dan menfasilitasi pelaksanaan Sidang Raya PGI ke 16 yang dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Desa Siwalumbanua, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.