Beranda ›› Foto & Video ›› LSM FBRI Labusel Desak Kapoldasu Tangkap Galian C Ilegal

LSM FBRI Labusel Desak Kapoldasu Tangkap Galian C Ilegal

Kotapinang | suarasumut.com  –  Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Sawadaya Masyarakat (LSM) FBRI Labuhanbatu Selatan telah meminta Kepala Kepolisian daerah Sumataera Utara (Kapoldasu) segera menangkap pengusaha Galian C Ilegal yang tidak memiliki Izin Operasi Penjualan (IOP) dari Dinas Perizinan Provinsi Sumatera Utara yang beroperasi di tiga desa, yakni Desa Hutagodang, Sampean dan Desa Marsonja Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Fahruddin Ketua DPD LSM FBRI sudah melaporkan hal ini ke Mapolres Labuhanbatu (LB) dengan Surat Laporan Nomor : 068/LSM–FBRI/LP-LS/II/2016, pada tanggal 18 Februari 2016 perihal : Laporan / mengaduan maraknya praktek Galian C Ilegal di Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. “Namun sejauh ini peraktek operasi Galian C ilegal masih terus berjalan dan belum ada tindakan dari pihak Polres untuk memberhentikan operasi praktek Galian C, “paparnya”

Lanjut Fahruddin pada awak media sambil menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dari pihak polres LB melalui Reskrim yang ditujukan kepada DPD-LSM FBRI, dengan nomor surat : B/401/II/2016/Reskrim, pada tanggal 22 Februari 2016, surat perintah tugas Nomor : SPT/499/II/2016, reskrim tanggal 24 Febuari 2016, kemudian surat perintah penyelidikan nomor : SP.Lidik/499.a/II/Reskrim tanggal 24 Februari 2016.

Isi surat Pemberitahuan hasil penyelidikan tersebut, pada tanggal 24 Feb 2016 sekitar pukul 10.00 Wib, bahwa pelapor beserta rekan rekan sudah cek langsung kelokasi Galian C yang beroperasi di Desa Hutagodang, Desa Sampean dan Desa Marsonja Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, provinsi Sumatera Utara, dan sudah dilakukan pemotretan. Dari hasil penyelidikan bahwa benar ada kegiatan Galian C dengan komuditas krikir (SERTU) milik H.Syawaluddin yang Eksploitasinya di Desa Hutagodang, Desa Sampean dan Desa Marsonja Kec.Sungai Kanan Labusel.

Kemudian dari hasil penyelidikan pada hari Rabu tanggal 24 Feb 2016, pada pukul 15.00 wib sudah dilakukan penyelidikan ke lokasi penggilingan Batu Stone Crusher, AMP (Asphalt Mixing Plant) milil PT.Ayu Septa Perdana yang terletak di Dusun Aman Makmur Desa Hajoran Kec.Sungai Kanan Kab. Labuhanbatu Selatan provinsi Sumatera Utara, dan sudah dilakukan pemotretan, dari hasil penyelidikan benar ada kegiatan Galian C dengan komoditas Krikir Berpasir Alam (SIRTU) milik H.Syawaluddin.

Sementara perijinan yang dimiliki oleh H.Syawaluddin atas usaha kegiatan galian C dengan komoditas krikir berpasir (SIRTU) tersebut adalah ijin Usaha Pertambangan (IUP), Peta wilayah IUP, Surat Ketetapan Pajak (SKP) daerah, Surat Storan Pajak daerah (SSPD) dan koordinat usulan wilayah IUP.

Dari kelima persyaratan perijinan Galian C yang di miliki H.Syawaluddin tidak ada tertuang perijinan tentang Operasi Penjualan (OP) Hasil tambang artinya pengusaha tidak dibenarkan menjual hasil tambangnya sebelum memiliki ijin OP, sejak tahun 2013 peraktek Galian C ilegal tanpa ijin sudah beroperasi di wilayah Tersebut. ironisnya lokasi Galian C di tiga Desa tersebut masih status register.(zr/ss-ls)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.