Beranda ›› Foto & Video ›› Lelang Proyek ULP Labura Ricuh, Rekanan Asal Medan Babak Belur

Lelang Proyek ULP Labura Ricuh, Rekanan Asal Medan Babak Belur

Aek Kanopan, suarasumut.com – Proses Pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diwarnai kericuhan, Kamis (14/8).

Kericuhan ini terjadi saat salah seorang rekanan, Muammer Attoyiba Harahap, warga Medan, tiba-tiba dipukul oleh sekelompok orang yang diyakini sudah menanti kedatangan korban bersama rekannya ke Kantor ULP Labuhanbatu Utara, Jl Utama Wonosari Aekkanopan.

Informasi diperoleh, pemicu terjadinya kericuhan ini adalah adanya sentiment negative antar rekanan yang diduga saling “timpa” dalam proses lelang di unit layanan ini. Muammer Harahap kepada wartawan menceritakan, pemukulan terhadap dirinya ini diyakininya sebagai ekses dari kemarahan salah seorang rekanan yang merasa tidak senang karena paket pekerjaan yang ditendernya di “timpa” oleh perusahaan milik Muammer.

Ditemui saat membuat pengaduan di Mapolsek Kualuh Hulu atas penganiayaan yang diterimanya, ia menjelaskan, saat ini perusahaannya mengikuti lelang atas beberapa paket pekerjaan yang dilelangkan oleh ULP Labura. Paket-paket pekerjaan itu adalah, Pembangunan Kantor Dinas Koperasi, Pembangunan Aula Kantor Camat Aek Natas, dan Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan.

Dalam pengaduannya di Polsek Kualuh Hulu, ia menjelaskan, saat ia dan beberapa orang rekannya tiba di Kantor ULP, sesaat setelah mereka keluar dari mobil, berkas perusahaan yang mereka bawa tiba-tiba saja dirampas oleh sekelompok orang yang kemudian merobek-robeknya. Menariknya, di laporan dengan No. LP/371/VIII/2014/K.HULU itu, ia juga menyebutkan, orang pertama yang memukulnya adalah Nurmansyah Sitorus, salah seorang anggota Legislatif terpilih dari Partai Hanura. “Yang jelas, yang pertama kali memukul ya si Nurman,”katanya.

Lebih jauh, Muammer mengatakan, pemukulan  dirinya diduga berkaitan dengan adanya gugatan mereka ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) atas Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yakni SPPBJ bernomor : 2.2/PPK-II/SPPBJ/E-PROC/APBD/DPU-LBU/2014 untuk pekerjaan Peningkatan Jalan Jurusan Guntingsaga-Teluk Binjai Kecamatan Kualuh Selatan.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Pemkab Labura, Setiawan ST, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, mengaku tidak tahu menahu dengan terjadinya peristiwa pemukulan itu. “Saya tidak tahu tentang itu. Itu kan terjadi antara rekanan dengan rekanan, jadi tidak ada kaitannya dengan ULP,” katanya seraya menjelaskan bahwa semua tahapan pelelangan di lembaganya telah sesuai dengan pedoman dan aturan main yang ada.

Sementara itu, Nurmansyah Sitorus membantah jika dirinya disebut melakukan pemukulan terhadap seseorang. “Dari tadi aku di rumah, tak benar itu,” tukasnya. Ia juga menyatakan kebingungannya atas tuduhan yang diarahkan kepadanya. Alibinya, saat kejadian itu, ia sedang berada di rumah.

Saat berita ini ditulis, Muammer bersama rekannya masih dimintai keterangan lengkap terkait peristiwa ini oleh Penyidik Polsek Kualuh Hulu. (rz/ss/lu)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.