Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Legislatif Tentang GKD Mundur Jika Daftar Balon Kades
Ket Foto : Foto Ketua Dprd
Ket Foto : Foto Ketua Dprd

Legislatif Tentang GKD Mundur Jika Daftar Balon Kades

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Legislatif di Kota Gunungsitoli menentang keras kebijakan Pemerintah Kota Gunungsotoli yang mewajibkan Guru Kontrak Daerah (GKD) wajib mengundurkan diri jika mendaftar sebagai bakal calon kepala desa.

Pemko Gunungsitoli diminta untuk menjelaskan tujuan mengeluarkan surat edaran GKD yang mendaftar sebagai balon kades wajib menyerahkan surat pengunduran diri yang diteken diatas kertas bermeterai.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa melalui pesan singkat, Sabtu (27/10).

Dia meminta Pemko Gunungsitoli memberitahu tujuan dan manfaatnya kepada masyarakat terutama kepada calon kepala desa tentang diterbitkan surat edaran GKD wajib mengundurkan diri jika mendaftar sebagai balon kades.

Menurut Ketua DPRD, surat edaran Pemko Gunungsitoli tersebut sebaiknya GKD membuat surat pengunduran diri setelah menang sebagai kepala desa dan bukan saat mendaftar sebagai balon kades.

“Surat edaran yang dibagikan Wali Kota Gunungsitoli kepada Camat banyak mudaratnya dari pada manfaatnya, sebab jika diikuti, apabila GKD yang telah mundur tidak terpilih, apakah Pemko Gunungsitoli telah memikirkan pekerjaan yang akan diberikan kepada mereka,”ujar Herman.

Seharusnya pemerintah harus menjadi bagian dari solusi kepada masyarakat, dan bukan sebaliknya atau penutup jalan bagi masyarakat yang sedang menggunakan haknya.

Sehingga Pemko Gunungsitoli diharapkan lebih fokus memikirkan hal yang bermanfaat bagi masyarakat dari pada mengurusi masalah politik desa.

“Biar politik di desa menjadi urusan warga desa, dan kita berharap kepala SKPD yang membantu Wali Kota bisa lebih memberi kontribusi pemikiran dan pandangan yang baik,supaya setiap kebijakan Pemko Gunungsitoli sejalan dengan kepentingan seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli,”dorongnya.

Tidak lupa Herman mengatakan, saat ini masyarakat bertanya apa sesungguhnya yang menjadi kepentingan Pemko Gunungsitoli dibalik surat edaran tersebut.

Sesuai surat edaran yang diterbitkan Pemko Gunungsitoli tanggal 24 Oktober 2018 tertulis jika GKD yang ikut mendaftar sebagai bakal calon kepala desa harus mengundurkan diri. Surat pengunduran diri harus ditandatangani diatas surat bermaterai.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Sekda Kota Gunungsitoli Ir.Agustinus Zega atas nama Wali Kota Gunungsitoli diberitahu jika penerbitan surat edaran karena ada sebagian GKD yang berkeinginan mendaftar sebagai balon kades.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Program TMMD Beri Dampak Nyata

Nias | suarasumut.com  –  Program Tni Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 memberikan dampak nyata …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.