Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Lecehkan ABG, Oknum Petugas Satpol-PP Dilaporkan

Lecehkan ABG, Oknum Petugas Satpol-PP Dilaporkan

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Diduga lakukan pelecehan seksual terhadap gadis belia sebut saja namanya bunga (16), oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dilaporkan.

Laporan korban yang masih berstatus pelajar di salah satu SMA Negeri di Kota Gunungsitoli, diterima petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nias, di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (2/11).

Kepada media, korban mengaku sangat kaget dan trauma atas apa yang dia alami. Menurut korban, sebelum kejadian, dia sedang berdiri di pinggir Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu pukul 20.50 wib.

“Saat itu saya sedang berdiri di pinggir jalan menawarkan paket internet kepada para pengguna jalan. Tiba tiba ada sepeda motor yang dikendarai dua orang petugas Satpol-PP mendekati saya dan personil Satpol-PP yang dibonceng memegang kemaluan saya. Saya kaget dan berteriak, sehingga mereka langsung kabur dengan sepeda motornya,” tutur Bunga sambil meneteskan air mata.

Kepada media, Bunga mengaku, dia jualan paket internet untuk membiayai sekolahnya, karena kedua orang tuanya tidak mampu menyekolahkan dia, dan kini berada di luar Pulau Nias. Dia juga mengaku tidak kenal dan tahu nama kedua personil Satpol-PP tersbeut, tetapi dia masih menandai wajah keduanya.

Jepitrisman Hulu (21), abang sepupu korban yang ditemui di tempat yang sama, mengaku sempat melihat petugas Satpol-PP yang mendekati korban. Namun, mereka hanya menandai wajah keduanya. “Saat itu kami juga jualan paket internet di dekat bunga. Ketika bunga berteriak, kami melihat melihat sepeda motor yang dikendarai dua petugas Satpol-PP tancap gas meninggalkan bunga,” terang Jepitrisman.

Namun, usai melakukan aksinya, menurut Jepritrisman, kedua oknum petugas Satpol-PP tersebut berhenti dan makan di gerobak penjual nasi goreng yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian.
Ketika didekati dan ditanyakan tujuan melakukan pelecehan kepada bunga, keduanya membantah dan berkilah jika mereka salah orang. Tetapi ketika diminta menemui bunga, keduanya langsung kabur.

“Kami sempat mendekati dan menanyakan kepada mereka maksud dan tujuan mereka melakukan pelecehan seksual kepada adik saya usai makan nasi goreng. Mereka berkilah kami salah orang dan langsung kabur saat diminta menemui bunga. Bereka tidak punya bed nama, tetapi dibaju dinasnya kami tahu jika mereka petugas Satpol-PP Kota Gunungsitoli,” tegas sepupu korban.

Ketika memberi keterangan di Mapolres Nias, korban terlihat masih trauma dan terus menangis. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nias yang ditemui di ruang SPKT Polres Nias membenarkan laporan tersebut, dan memberitahu jika kasus tersebut akan diselidiki dulu.(ih/ss-gs)

Lihat Juga

Era Quad-Camera 64MP Telah Datang, Realme Adakan Camera Innovation Event Di Indonesia

Jakarta | suarasumut.com –  Realme, merek smartphone paling berkembang di Indonesia mengadakan Realme Camera Innovation …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.