Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Latihan Band Di Desa Olora Ganggu Kenyamanan Warga

Latihan Band Di Desa Olora Ganggu Kenyamanan Warga

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Diduga ganggu kenyamanan warga, latihan musik band yang digelar organisasi “Star Band” setiap malam dikediaman Samsul Bahri Zega di Dusun II, Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli minta dihentikan.

Permintaan agar aktivitas latihan “Star Band” di Desa Olora dihentikan, disampaikan warga Desa Olora melalui surat yang dilayangkan kepada kepada Kepala Desa dengan tembusan kepada Kapolres Nias, Ketua DPRD dan Camat Gunungsitoli Utara.

Dalam surat warga yang diterima wartawan beberapa hari yang lalu dari salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, masyarakat Desa Olora meminta agar Kepala Desa menertibkan aktivitas band yang dilaksanakan setiap hari di kediaman Samsul Bahri Zega.

Aktivitas musik band yang digelar di kediaman Samsul Bahri Zega sejak November 2015 tahun lalu, menurut warga sangat mengganggu, karena digelar setiap hari di halaman depan rumah Samsul Bahri Zega dengan volume musik yang cukup besar.

Pelaksanaan latihan band tersebut juga dilakukan tanpa batas waktu, dimana dilakukan setiap hari mulai pukul 10.00 wib hingga pukul 01.00 wib dinihari. Bahkan jika malam minggu, aktivitas musik dilakukan hingga pukul 04.00 wib dinihari.

Aktivitas musik dengan menggunakan alat musik band lengkap tersebut menurut warga, juga dilakukan tanpa henti, walau sedang dikumandangkan azan di Mesjid yang ada di daerah tersebut, sehingga suara azan tidak lagi bisa didengar warga karena suara volume musik band di rumah Samsul Bahri Zega lebih besar.

Sehingga, masyarakat Dusun II, Desa Olora, Kota Gunungsitoli meminta Kepala Desa untuk menertibkan aktivitas musik di rumaha Samsul Bahri Zega, karena sangat meresahkan dan mengganggu ketentraman dan kenyamanan warga desa. Baik itu saat warga beristirahat, maupun saat warga melakukan rutinitas melaksanakan ibadah di Mesjid maupun dirumah.

Samsul Bahri Zega selaku koordinator perlengkapan organisasi “Star Band” yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Minggu (15/5), membantah jika aktivitas musik yang dilakukan dikediamannya mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga.

Dia mengakui jika ada aktivitas musik yang digelar dikediamannya oleh organisasi “Star Band”. Namun aktivitas band tersebut telah dihentikan sementara waktu, karena ada rapat desa. “Tidak benar itu. Yang terjadi tidak seperti penjelasan mereka yang simpang siur. Memang benar ada aktivitas band yang kita gelar di rumah saya, tetapi sudah dihentikan sementara waktu, karena ada rapat desa,”terang Samsul Bahri Zega.(ih/ss-gs)

Lihat Juga

Pemkab Labusel Raih Opini WTP Ke 6 Kalinya

LABUSEL | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan kembali terima penghargaan Opini WTP dari Badan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.