Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Lanal Sibolga Tangkap Satu Unit Kapal Diduga Gunakan Handak

Lanal Sibolga Tangkap Satu Unit Kapal Diduga Gunakan Handak

SIBOLGA | suarasumut.com  –  Untuk ke empat,(4) kalinya Satuan TNI Angakatan Laut Sibolga, berhasil menggagalkan kegiatan menangkap ikan dengan menggunakan Handak,(Bahan Peledak), di perairan laut Sibolga.

Satu unit kapal penangkap ikan KM, RESTU BUNDA II, GT.06. No:232/S.69, beserta 9 (sembilan) orang awaknya berhasil diamankan diperairan laut Labuhan Angin, kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat,(17/08), sekitar pukul 22:00 Wib.

Kapal penangkap ikan berhasil ditangkap saat hendak berangkat melaut, sebelumnya kapal tersebut telah dibuntutti oleh TIM Angkatan Laut Sibolga sejak sore.

Danlanal Sibolga, Letkol,(P) Fajar Priyanto K, kepada wartawan mengatakan, Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan bahwa penindakan yang dilakukan oleh lanal sibolga, semalam tanggal 17/08, tepatnya pukul 22:00, kami melaksanakan penangkapan kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan bahan Handak”, ucapnya saat melakukan konfrensi pers di Mako Lanal jln.S.Parman Sibolga, Sabtu (18/08).

“Ini bagian dari komitmen saya pertama kali menjabat, bahwa saya akan menegakkan keamanan diwilayah kerja saya, banyak pelanggaran keamanan yang terjadi diperairan sibolga, salah satu contohnya penangkapan ikan secara ilegal,”lanjutnya.

“Saya menjabat sebagai Danlanal harus berkomiten untuk meneggakkan kedaulatan dan kemanan di wilayah saya, Amanah ini yang saya laksanakan, hasilnya selama menjabat kami sudah menangkap dan memproses, ini yang ke empat kalinya kapal ilegal fishing dengan menggunakan Handak,”sambung Fajar.

Menurut Fajar, penangkapan ikan dengan menggunakan Handak merupakan kejahatan yang terbesar dibidang perikanan, penggunaan Handak dapat merusak habitat laut.

“Dulu orang pernah berbicara bahwa menangkap ikan hanya diwilayah pulau Poncan, tapi karena terumbu karang habis, rusak, Nelayan tradisional menangkap ikan jauh, ini komitmen saya, saya akan menangkap semua pelaku ilegal fishing terutama penggunaan Handak,”tegas Fajar.

“Pelaku yang berhasil diamankan ada sembilan (9) orang, identitas kapal KM.Bunda Restu II, dan satu buah stempel sebagai transper, koordinat TKP disekitar Suar Labuhan Angin, sebagai titik temunya kapal stempel dengan kapal ilegal,”papar Fajar.

“Kapal ilegal ini ditangkap bukan saat melakukan kegiatannya, jadi kita cegah dulu, kenapa saya bisa mengatakan kapal ini ilegal fishing menggunakan bahan handak, barang bukti dan alat bukti sangat mendukung bahwa ini adalah kapal handak,”sebut Fajar.

“Rekan-rekan bisa lihat, ada alat-alat yang digunakan sebagai alat Handak, seperti kompresor, Dupa, blerang sekitar 1,5kg, korek api, alat selam, dan pengakuan dari yang bersangkutan bahwa dia akan melakukan pengeboman ikan, jadi mereka kita kenakan Undang-undang perikanan pasal 53 percobaan Handak,”jelas Fajar.

“Nanti harapan saya kepada pihak pengadilan, sebagai pencegahan ke depan, agar alat bukti dan barang bukti dimusnahkan, sebab ini adalah kejahatan paling tinggi kalau tidak seperti itu nanti akan diulangi lagi,”tandas Fajar. (ip/ss-sb)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.