Beranda ›› Headline ›› Lagi-Lagi Kajari Rantauprapat Periksa Dugaan Korupsi DAK

Lagi-Lagi Kajari Rantauprapat Periksa Dugaan Korupsi DAK

Rantauprapat, suarasumut.com – Untuk kesekian kalinya Kejari Rantauprapat dibawah Pimpinan Hermon Dekristo memeriksa soal dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK), Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Kadisdik dan Mantan Kadisdik Labuhanbatu serta pejabat pembuat Komitmen (PPK) Disdik Labuhanbatu yakni Marisi Situngkir dan Ulfian Hamdani pada bulan april 2015 yang Lalu terkait dugaan korupsi dana DAK tahun 2014, kini intansi yang berlambang timbagan itu memeriksa lima kepala sekolah yang diduga menerima aliran dan tersebut.

“Yang diperiksa hari ini ada lima kepsek bang. Kalau mau konfirmasi ke kasi intel aja,” ungkap salah seorang pegawai kejari Rantauprapat yang tak ingin namanya dituliskan, selasa (30/6).

Menurut pegawai Kejari yang bertugas di Pidana khusus itu, pemanggilan terhadap lima kepala sekolah tersebut terkait dana dak tahun 2014. ”Secara rinci saya tidak bisa memberitahukan bang. Sebab, segala informasi itu harus dari Kasi intel,”sebutnya.

Sementara, Kasi intel Kejari Rantauprapat yang baru menjabat Erfan Effendi Yudi Arianto belum berhasil dikonfirmasi terkait pemeriksaan lima kepala sekolah tersebut disebabkan ia lagi tidak dikantor. ”Bapak lagi keluar bang,”kata salah seorang staff intel Kejari Rantauprapat.

Pantauan, hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, lima kepala sekolah masih menjalani pemeriksaan diruangan Pidsus lantai II Kejari Rantauprapat.

Sebelumnya, Tim Pidsus kejari rantauprapat telah melakukan pemeriksaan terhadap Kadisdik, mantan Kadisdik dan PPK dinas pendidikan Labuhanbatu pada bulan april 2015 yang lalu.

Saat itu, Kajari Rantauprapat Hermon Dekristo melalui Kasi Intel Kejari Rantauprapat AP Frianto Naibaho ketika dikonfirmasi, Minggu (19/4) lalu mengatakan, pemanggilan terhadap dua PPK Disdik Labuhanbatu tersebut, terkait permintaan surat dari Kejagung melalui Kejatisu dan diteruskan ke Kejari Rantauprapat, terkait DAK 2014 tentang pendistribusian dan pengawasan buku pada seluruh daerah/kabupaten kota di seluruh Indonesia.

“Mereka kita panggil hanya untuk meminta data DAK 2014, sesuai dengan permintaan dari Kejagung melalui Kejati dan diteruskan ke Kejari. Bukan masalah pemeriksaan kasus dugaan korupsi DAK 2011 yang saat ini ditangani pidsus,” ucapnya.

Dia mengatakan, data DAK 2014 yang diminta oleh Kejagung dan Kejatisu melalui Kejari Rantauprapat merupakan proyek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang DAK 2014 , tentang pendistribusian dan pengawasan buku dengan total anggaran Rp2,1 triliun.

“Dalam seminggu terakhir ini, kedua PPK Disdik tersebut sudah mengantarkan dokumen yang telah kita minta. Nah, dokumen itu akan kami kirim kembali ke Kejagung melalui Kejatisu,” terangnya.

Ditambahkannya,proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang DAK 2014, tentang pendistribusian dan pengawasan buku itu dilakukan melalui proses lelang oleh lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) untuk melakukan pelelangan dan menunjuk pemenangnya.

“Untuk Kabupaten Labuhanbatu tingkat SD dimenangkan oleh PT Balai Pustaka dengan anggaran Rp1,6 miliar. Sedangkan untuk tingkat SMP dimenangkan PT Medan Media Grafikatama dengan nilai anggaran Rp580 juta, dan untuk tingkat SMA/SMK dimenangkan PT Pura Baru Tama dengan anggaran Rp605 juta,” tandasnya.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.