Beranda ›› Foto & Video ›› Kuasa Hukum Tersangka Alkes Labura Lakukan Eksepsi

Kuasa Hukum Tersangka Alkes Labura Lakukan Eksepsi

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Fahrruddin Siregar,SKM (51), warga Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu melalui kuasa hukumnya melakukan pembelaan (Eksepsi) atas dugaan korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Kabupaten Labuhanbatu (Labura) bersumber APBD tahun 2010 sebesar Rp 1,6 milyar pada 17 maret 2016.

Dalam pembelaannya secara tertulis menyebutkan, sangat keberatan terhadap dakwaan yang telah dikemukakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Denny Trisnasari,SH yang mana telah diketahui oleh Jaksa Khususnya pada pemeriksaan pertama tepatnya pada tanggal 3 Nopember 2015, dimana terdakwa menderita ganguan jiwa, hal itu ditandai degan adanya Surat Keterangan Nomor 126/BK/XII/2013 yang menerangkan terdakwa adalah pasien Rumah Sakit Jiwa Bina Insan Karsa Medan degan penyakit gangguan Bipolar.

Selanjutnya, juga diterangkan bahwa terhadap diri terdakwa sejak 2013 hingga sekarang menjalani terapi berobat jalan. Dengan adanya fakta tersebut jelas penetapan status tersangka pada diri Fahruddin Siregar adalah tidak sah dan bertentangan degan hukum pidana. Bahwa JPU diduga telah mengabaikan fakta dan malah melakukan penahanan terhadap diri terdakwa.

Dalam Eksepsi tersangka Alkes Labura itu yang dibuat Rolando Marpaung,SH selaku Kuasa Hukumnya juga menuliskan bahwa yang diatur pada Pasal 44 KUHPidana, terhadap seseorang yang terbukti menderita sakit ingatan/gila tidak dapat dimintai keterangan pertanggungjawaban secara hukum.

Ironisnya lagi, dari pembelaan yang ditulis kuasa hukum tersangka jika terjadi resiko seperti ini, siapakah yang harus dimintai pertanggug jawabannya..?. Apakah terdakwa yang memang sudah menderita sakit jiwa atau kah JPU yang telah menempatkannya pada tempat yang tidak cocok sesuai untuk terdakwa.

Sehingga dalam Perkara Pidana Nomor 18/Pid.Sus-TPK/2016/PN MDN mohon kiranya hakim yang memeriksa perkara tersebut mengabulkan eksepsi.

Terdakwa dan tidak meneruskan proses penuntutan terhadap terdakwa kemudian mengeluarkan dari tahanan mengingat sakit yang diderita terdakwa haruslah mendapatkan perawatan Medis secara berkala, tulis pembela melalui eksepsinya yang dilayangkan di Pengadilan Negeri Medan.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.