Beranda ›› Foto & Video ›› KPU Nias Pecat Sejumlah PPS Dengan Berbagai Alasan

KPU Nias Pecat Sejumlah PPS Dengan Berbagai Alasan

Nias | suarasumut.com –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias, Sumatera Utara memecat sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Nias dengan berbagai tanpa alasan.

Surat keputusan pemecatan diterbitkan pada 1 Agustus 2018, tetapi baru diterima ppp yang dipecat pada tanggal 23 Oktober 2018.

Salah satu anggota pps yang dipecat Destinus Waruwu, mengaku keberatan atas pemecatan dirinya, sebab dia tidak pernah lalai melaksanakan tugas dan selalu aktif melaksanakan tahapan pemilu 2019.

Bahkan Destinus mengaku kecewa, dan merasa dirugikan, karena dia baru menerima fotocopi pemecatan dirinya pada tanggal 23 Oktober 2018, tetapi pada surat pemecatan dirinya tertera tanggal dikeluarkan tanggal 1 Agustus 2018.

“Saya tetap melaksanakan tugas hingga Oktober dan belum menerima honor sejak bulan Agustus, tetapi tiba tiba saya menerima fotocopi surat pemecatan, dan pengganti saya juga belum pernah bertugas sejak tanggal penerbitan pemecatan saya,”jelasnya.

Dia berencana mengajukan keberatan kepada KPU atas pemecatan dirinya, karena alasan pemecatan tidak jelas dan tertera karena tidak mengikuti perintah Ketua PPS.

Padahal dia tetap aktif dan Ketua PPS telah membuat surat pernyataan tidak pernah mengusulkan pemecatan dirinya dan dia selalu aktif melaksanakan tugas.

“Jangan jangan saya dipecat karena getol mempertanyakan biaya atau dana penyewaan laptop pada pilgubsu 2018 yang hingga kini belum kami terima,”jelas anggota PPS Desa Tuhegafoa I, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias, Sumatera Utara tersebut.

Pada hari yang sama, Ketua KPU Nias Abineri Gulo yang dihubungi melalui telepon seluler membantah melakukan pemecatan terhadap sejumlah PPS di Kabupaten Nias.

Namun yang dilakukan adalah evaluasi terhadap pps untuk meningkatkan dan yang dievalusi adalah sebagian kecil dari 510 PPS yang ada di seluruh Kabupaten Nias.

Evaluasi terhadap sejumlah pps berdasarkan usulan dari ppk, sehingga untuk mengoptimalkan pelaksaan tahapan pemilu 2019 harus dilakukan evaluasi secepatnya kepada PPS yang tidak aktif, meninggal dunia, mengundurkan diri, pindah domisili, meninggalkan tugas dan tidak mengikuti perintah Ketua PPS.

Dari surat penetapan yang diterbitkan Ketua KPU Kabupaten Nias nomor: 37/HK.03.1-kpt/1204/KPU-Kab/VII /2018, tanggal 1 Agustus 2018, ada sebanyak 39 anggota PPS se Kabupaten Nias yang dilakukan pergantian antara waktu.

Penerbitan surat keputusan tersebut sekaligus melakukan perubahan atas keputusan KPU Kabupaten Nias nomor: 21/HK.03.1-kpt/1204/KPU-Kab/III/2018 tentang pengangkatan PPS se Kabupaten Nias dalampenyelenggaraan Pemilu 2019.(ih/ss-ni)

Lihat Juga

Polisi Sita 487 BB Pada Operasi Zebra Toba Di Gunungsitoli

Nias | suarasumut.com  –  Sebanyak 478 barang bukti disita Polisi Resor Nias pada pelaksanaan Operasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.