Beranda ›› Foto & Video ›› Konsumen “Menjerit”, PLN Ranting Aekkanopan Mark Up Utang Tunggakan

Konsumen “Menjerit”, PLN Ranting Aekkanopan Mark Up Utang Tunggakan

Aekkanopan | suarasumut.com  –  PLN Ranting Aekkanopan diduga memanipulasi harga rekening listrik yang menunggak oleh konsumen pengguna listrik.

Hal ini terbongkar disaat pihak rekanan PLN ranting Aek Kanopan, dari PT. Amanda Kemal Trijaya menemui Efendi Siagian warga Jalan Panjangbidang, Kelurahan Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura, Selasa (23/2) dengan membawa surat pemberitahuan pelaksanaan pembongkaran rampung, dengan rincian tunggakan sejak dari Nopember 2015 sampai dengan Februari 2016.

Surat pemberitahuan pelaksanan pemutusan sementara ( Tul V1 – 01 ) karena belum melunasi rekening listrik beserta biaya keterlambatan yang seluruhnya berjumlah Rp. 737.223. Apabila tidak dilunasi akan melakukan bongkar meteran.

Berhubung saat itu Efendi Siagian tidak memiliki uang sebesar itu, sehingga dia memohon diberi tenggang waktu untuk membayar pukul 15.00 Wib di sore hari, pada hari itu juga, Selasa (23/2).

Namun saat Efendi Siagian melakukan pembayaran diloket pembayaran listrik mitra PLN di Muhai Ponsel. Alangkah terkejut nya Konsumen PLN tersebut karena rekening yang harus dibayarnya hanya Rp. 337.223.

Tunggakan yang harus dibayar oleh Efendi dari PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara. Rayon Aekkanopan sebesar Rp. 737.223 namun saat di bayar ke loket Muhai Ponsel, hanya Rp. 337.223. Jadi kerugian yang di alami oleh konsumen PLN tersebut apabila dia bayar langsung ke pihak PLN sebesar Rp. 400.000

“Untung enggak langsung bayar saat itu, sehingga aku tidak rugi empat ratus ribu, tapi dulu pernah juga aku langsung membayar sama mereka, saat aku juga pernah menunggak sebesar lima ratus ribu,”terang Efendi.  “Jadi kemungkinan aku juga telah di tipu saat itu,” tambahnya.

Saat suarasumut.com melakukan konfirmasi, Senin (29/2) dengan Manager PLN rayon Aekkanopan, Kloster Sitompul. Terkait bertambahnya harga rekening listrik beserta biaya keterlambatan, atas nama Efendi Siagian sebesar Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah).

Kloster Sitompul mengatakan kemungkinan terjadi kesalahan pada sistem komputer dan telah kita kroscek tapi belum menemukan kesalahan nya di mana. Hal ini juga telah kita sampaikan ke PLN cabang Rantau Prapat.

Sedangkan pihak rekanan PT. Amanda Kemal Trijaya, saat di konfirmasi mengatakan, anggotanya saat itu hanya mendampingi petugas, PLN karena tunggakan sudah 3 (tiga) bulan, sedangkan SOP (standard operating procedure) PT. Amanda Kemal Trijaya dengan pihak PLN ranting Aekkanopan, hanya penagihan tunggakan satu bulan sampai dua bulan. “Sedangkan tunggakan Efendi Siagian sudah tiga bulan, jadi hal ini terlepas dari pihak kami, keberadaan karyawan kami di sana hanya menemani,”terang Abdul Hamid (PT. Amanda Kemal Trijaya).

Yang menjadi pertanyaan sudah berapa korban PLN Ranting Aekkanopan, atas penambahan harga dari yang seharusnya dibayar konsumen yang menunggak pembayaran rekening listrik??.

Dengan dalih saat terbongkar “kesalahan sistem komputer” sesuai alasan pembelaan Manager PLN Ranting Aekkanopan, Kloster Sitompul. (bn/ss-lu )

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.