Beranda ›› Headline ›› Kinerja Dinilai Gagal 70%, Bupati Labuhanbatu Sebut DPRD “Bodoh”

Kinerja Dinilai Gagal 70%, Bupati Labuhanbatu Sebut DPRD “Bodoh”

Rantauprapat, suarasumut.com – Penilaian roda pemerintahan Bupati, dr Tigor Panusunan Siregar sejak 2010-2015 gagal hingga 70% santer dipergunjingkan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu. Tak pelak, Dalam kegerahannya, dr Tigor Panusunan Siregar menyebut DPRD “Bodoh” (tidak pintar,red) karena penilaian tersebut dianggapnya tanpa dasar yang jelas.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Senin (6/7), dalam sidang Paripurna tanggal 23 Juni lalu, DPRD Labuhanbatu rekomendasikan penggunaan hak interplasi, hak angket, hingga hak menyatakan pendapat atas pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan (AMJ) tahun 2010 – 2015.

Menurut DPRD yang diketuai Dahlan Bukhori yang merupakan kader PDI-P itu, kegagalan pemerintahan dalam kepemimpinan Bupati dr Tigor Panusunan Siregar mencapai 70%. Sangat disayangkan, isi rekomendasi yang tersebar ke masyarakat tidak menerangkan kegagalan program-program yang dilaksanakan sejak 2010-2015 itu.

Atas hal tersebut, Bupati, dr Tigor Panusunan Siregar SpPD malah melontarkan kalimat yang mendiskreditkan DPRD dihadapan ratusan wartawan se-Labuhanbatu saat melaksanakan kegiatan berbuka bersama di Pendopo, rumah dinas Kepala Daerah itu. Menurutnya, DPRD Labuhanbatu “Bodoh” dalam memberikan penilaian kegagalan masa pemerintahannya hingga 70% tanpa dasar yang jelas. ”Mereka (DPRD-red) baru delapan bulan bekerja, sementara sudah memberikan penilaian kerja pemerintahan Tigor-Suhari gagal tujuh puluh persen, apa dasarnya. DPRD tidak pintar (bodoh-red) memberikan penilaian tanpa dasar yang jelas,” kata Tigor saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka bersama dengan wartawan di pendopo, Minggu (5/67) sekitar pukul 19.30 WIB malam.

Pernyataan yang dilontarkan legislatif dalam sidang paripurna menurut Bupati Labuhanbatu itu akan berdampak negatif dikalangan masyarakat. Terlebih jika masyarakat hanya “mengkonsumsinya” tanpa mampu memilah antara benar atau tidak.

Secara terpisah, Ketua Pansus LPKj AMJ Burhanuddin masih enggan menanggapi pernyataan Bupati Pemkab Labuhanbatu itu, walaupun lembaga mereka dikatakan “Bodoh”. Konfirmasi panggilan telepon serta via pesan singkat, tidak kunjung ditanggapinya. Sementara, Sekretaris Pansus LKPj AMJ, David Siregar hanya mengutarakan hal itu malah sebaliknya. “Terbalik,” sebutnya singkat.

Sedangkan anggota Pansus LKPj AMJ, Muniruddin dikonfirmasi melalui selulernya mengakui mereka memiliki dasar yang kuat atas isi rekomendasi yang mereka sampaikan. Menurut Muniruddin penilaian keberhasilan pemerintahan dr Tigor Panusunan Siregar SpPD-Suhari Pane hanya 30 persen itu sedang mereka rumuskan.
“Ini kami sedang merumuskannya. Dalam beberapa minggu sebelum berakhirnya masa jabatan Bupati akan kita sampaikan,” kata Muniruddin saat ditanya dasar penilaian kegagalan Bupati dan Wakil Bupati 70 persen itu.

Terkait kompetensi dari DPRD periode 2014-2019 yang masih bekerja 8 bulan memberikan penilaian kegagalan 70 persen pemerintahan Tigor-Suhari, Muniruddin secara tegas menyatakan keberadaan mereka dalam tugas Pansus membahas LKPj Bupati-Wakil Bupati periode 2010-2015. Dalam hal ini, ia menyebutkan agar tidak melihat masa waktu kerja mereka. “Laporan pertanggungjawaban yang masuk sama kita masa periode 2010-2015, itu yang kita bahas, bukan masa kerja DPRD sekarang ini. Seluruh program yang dikerjakan kita kumpulkan,” sebut Muniruddin.

Lanjut Muniruddin, beberapa faktor kegagalan pemerintahan masa Tigor-Suhari dinilai mereka diantaranya kinerja RSUD, peningkatan kesejahteraan masyarakat atau tidak miskin, angka pengangguran yang dikaitkan dengan visi-misi 2011-2015. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Tigor-Suhari bukanlah hal yang dapat dikategorikan sebagai keberhasilan. “Coba kita lihat bagaimana pelayanan di RSUD, tingkat kesejahteraan masyarakat lepas dari kategori miskin, angka pengangguran dan lain sebagainya. Kalau infrastruktur, itu bukan keberhasilan, tetapi kewajiban pemerintah. Kalau punya uang, saya saja bisa melakukan pembangunan itu,” jelas Muniruddin.

Sebelumnya, Muniruddin yang menjadi juru bicara Pansus atas pembahasan LKPj AMJ Bupati digedung dewan dalam sidang paripurna juga menegaskan, kinerja Tigor periode 2010-2015 dinilai gagal 70 persen. Penilaian dikarenakan tidak satupun permasalahan sengketa tanah terselesaikan dan masyarakat tidak mendapat lahan plasma dari perusahaan perkebunan.

Sejumlah kegagalan masa kepemerintahan Tigor itu dilontarkan diantaranya, tidak mampu melakukan penertiban terkait hal perizinan, sehingga banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mencapai target, seperti halnya penangkaran sarang burung walet, izin galian C, pajak penggunaan air bawah tanah serta ijin lainnya.

Tidak mampunya Pemkab Labuhanbatu menutup PT Sumber Tusau Makmur di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat yang dinilai beroperasi puluhan tahun meskipun tidak memiliki ijin. Sampai saat ini masih terlihat banyak truck dan bus yang masuk ke dalam kawasan inti kota dikarenakan tidak efektifnya fungsi Dinas Peruhubungansementara Pemkab telah banyak membangun/mendirikan portal.

Penerapan parkir dianggap tidak efektif, karena lebih banyak keuntungan diperoleh pihak-pihak tertentu, daripada setoran yang masuk ke kas daerah. Kemudian, pejabat yang dipercaya menduduki posisi strategis tidak mampu mengemban visi dan misi Bupati Labuhanbatu.

Ditemukanya 15 orang tenaga dokter pegawai tidak tetap (PTT) yang diusulkan menjadi CPNS yang disinyalir tidak pernah terdaftar sebagai dokter PTT, tetapi diusulkan menjadi CPNS. pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) menjadi Sekdakab definitive yang tidak sesuai aturan.

Permasalahan lahan eks Pasar Baru Rantauprapat minimnya tenaga dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. “Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 56 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP nomor 48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS,” ujar Muniruddin saat itu. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.