Beranda ›› Headline ›› Ketua PN Rantauprapat Masuk Daftar Mutasi Sebagai Wakil PN Binjai

Ketua PN Rantauprapat Masuk Daftar Mutasi Sebagai Wakil PN Binjai

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat sudah siap-siap mutasi ke PN Binjai Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, sesuai hasil rapat Tim Promosi Mutasi Hakim tertanggal 21 Oktober 2015 lalu, Tumpal Sagala masuk daftar mutasi sebagaimana diumumkan oleh Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Kamis (22/10), lapisan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu sangat resah atas kepemimpinan Tumpal Sagala di PN Rantauprapat sejak dilantik pada 17 November 2014 lalu. Pasalnya, tugas pengawasan yang melekat selaku Ketua PN Rantauprapat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ridwan Nasution SH menyebutkan, dalam kurun waktu setahun terakhir, perilaku hakim di PN Rantauprapat santer dipergunjingkan masyarakat. Selaku pejabat yang berfungsi sebagai pengawas, perilaku hakim yang disebarkan oleh media cetak khususnya online seakan tanpa tindakan pembinaan. “Kita khawatir, perilaku hakim yang menciderai keadilan dalam mengadili perkara semakin marak. Hingga saat ini, perkara mahasiswi yang dituduh sebagai pemeras tanpa menghadirkan bukti pemerasan yang dilakukan masih melekat dalam ingatan saya,” kata Ridwan Naustion.

Selain itu, perkara terdakwa Syirwan Sabran oknum anggota Polri di Resor Labuhanbatu divonsi 1 tahun atas kepemilikan sabu seberat 30 gram. Namun oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan malah memvonis 8 tahun. “Hakim di PN Rantauprapat meyakini barang bukti sabu 30 gram bukan milik terdakwa tanpa saksi. Ini terbukti atas putusan PT Medan yang menyimpulkan pertimbangan hakim keliru sehingga terdakwa Syirwan divonis 8 tahun penjara,” sebut Ridwan Nasution sembari menyebutkan, hakim PN Rantauprapat diduga menerima suap sebesar Rp300 juta.

Satu kasus lainnya, lanjut Ridwan, Ketua PN Rantauprapat meminjam pakaikan barang bukti mobil Mitsubishi Mirage atas perkara terdakwa Mashuri yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disita Negara.

Keanehan yang dilihatnya, persetujuan pinjam pakai tersebut diberikan setelah JPU mengajukan tuntutan. “JPU menuntut mobil disita untuk Negara, namun Tumpal Sagala malah memberikan persetujuan dipinjam pakai. Kalau pinjam pakai itu dilakukan saat persidangan awal, itu kewenangan subjektifnya hakim, namun pinjam pakai itu diberikan setelah JPU menuntut disita untuk Negara, kan aneh,”ucap Ridwan Nasution.

Disebutkan Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala akan dimutasikan ke PN Binjai sebagai Wakil Ketua, Ridwan Nasution menyebutkan hal itu sebagai hukuman. Pasalnya, sebutnya lagi, PN Rantauprapat dan PN Binjai sama-sama ber-type I-B.

“PN Rantauprapat sudah klas/type I-B sejak Agustus 2015 atas pengajuan Ketua PN Rantauprapat, M Ginting SH MHum pada tahun 2014 lalu. Jika pak Tumpal Sagala mutasi ke PN Binjai sebagai Wakil, itu kemerosotan karir, karena sama-sama 1 type,” tegas Ridwan Nasution. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.