Beranda ›› Headline ›› Keterangan Berbelit-belit, Pengedar Sabu Dituntut 12 Tahun Penjara

Keterangan Berbelit-belit, Pengedar Sabu Dituntut 12 Tahun Penjara

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terdakwa Mustapa Satya Putra Ritonga alias Tapa (43) warga Lombang Panti Asuhan Putra Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara, terpaksa dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena terdakwa memberikan keterangan Berbelit-belit dipersidangan yang di gelar di PN Rantauprapat, Rabu (28/10).

“Mununtut supaya Majelis Hakim menyatakan terdakwa Mustapa Satya Putra alias Tapa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat atau percobaan tanpa hak atau melawan hukum untuk dijual, menjual, membeli menerima dan menjadi perantara atau menyerahkan narkotika golongan I, sebagai mana diatur dan diancam dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika sebagai mana dalam dakwaan primair. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara selama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp.1 Milyar subsidair 1 tahun penjara. Dan menetapkan barang bukti sabu seberat 10,56 Gram Netto untuk dirampas dan dimusnahkan,”ucap JPU Ufa Budiarty kepada terdakwa dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Pitriadi.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, Majelis Hakim menunda persidangan selama sepekan.

Diberitakan sebelumnya, meski di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Polres Labuhanbatu terdakwa Mustapa Satya Putra Ritonga alias Tapa (43) warga Lombang Panti Asuhan Putra Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara ini mengakui dan menandatangani BAP yang telah di P21 oleh kejaksaan bahwa sabu yang diperoleh terdakwa merupakan dari perpanjangan tangan bandar Besar Firman Pasaribu alias Man Batak (DPO) warga Gg.Bersama Kelurahan Padang Matinggi melalui Incek alias Kampung alias kepling (DPO) warga yang sama, namun saat dipersidangan yang di gelar di PN. Rantauprapat dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Rabu (30/9), terdakwa memberikan keterangan berbelit belit dan berkilah jika dirinya tidak pernah mengenal nama Firman Pasaribu alias Man Batak (DPO).

“Sabu itu saya peroleh dari si incek alias si kampung. Saya gak kenal namanya si man batak itu,” kilah terdakwa.

Meski terdakwa tetap pada penjelasannya, Majelis Hakim yang diketuai Pitriadi itu pun menunda persidangan.

“Sidang ditunda minggu depan, dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa,” kata Pitriadi sambil mengetuk palu.

Untuk diketahui, dalam sidang sebelumnya terdakwa didakwa JPU Ulfa Budiarti melanggar pasal 114 Jo 112 UU RI No.35 tentang Narkotika. Dimana sebelumnya petugas telah melakukan penangkapan terlebih dahulu terhadap Agus salim dan Edi sartono alias edi senget (keduanya berkas terpisah). Dari hasil keterangan agus salim dan Edi sartono mengakui bahwa satu bungkus sabu miliknya diperoleh dari Terdakwa Mustapa, dimana terdakwa ditangkap petugas pada hari selasa 12 mei 2015 sekira pukul 16.00 wib di Gang Bersama Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara.

Dari keterangan saksi Agus Salim saat diperiksa petugas, saksi Agus Salim terlebih dahulu menghubungi terdakwa dan mengatakan ” wak ada buah” lalu terdakwa menjawab ” ada, mau berapa” dan dijawab lagi ” sepuluh, jumpa dimana” kemudian terdakwa menjawab ” harga sembilan ya, kita jumpa di jalan Listrik” kemudian saksi Agus Salim mengatakan kembali bahwa dirinya hanya mempunyai uang Rp.6,5 juta dan kekurangannya dibayar setelah sabu laku terjual. Kemudian terdakwa pun menyepakati pembayaran tersebut.

Sekira pukul 13.00 wib terdakwa bertemu dengan saksi Agus Salim di jalan Listrik Kelurahan Padang Matinggi dengan menyerahkan sabu sebanyak 10 gram, lalu saksi agus salim menyerahkan uang Rp.6,5 juta tersebut. Selanjutnya saksi Agus Salim dan Edi sartono ditangkap petugas kepolisian.

Atas dasar pengakuan saksi Agus Salim tersebut, akhirnya terdakwa Mustafa ditangkap oleh petugas kepolisian.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.