Beranda ›› Headline ›› Kerugian Dan Luka Nihil, Mahasiswi Ini Didakwa Mencuri Dan Memeras Dengan Kekerasan

Kerugian Dan Luka Nihil, Mahasiswi Ini Didakwa Mencuri Dan Memeras Dengan Kekerasan

Rantauprapat, suarasumut.comMalangnya nasib mahasiswi salahsatu perguruan tinggi di Kabupaten Labuhanbatu, Monalisa (19), harus meringkuk di penjara sejak 24 Februari 2015 lalu hanya karena dituduh menjabret handphone. Padahal, handphone tersebut tidak diambil untuk dikuasai (dimiliki,red) oleh Pspt (16) dan Monalisa, namun perkara tersebut berlanjut hingga ke Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Minggu (5/4), untuk sidang kedua kalinya, Monalisa hadir di Ruang Sidang Cakra PN Rantauprapat yang dipimpin Majelis Hakim, Jhonson FE Sirait, Mince S Ginting SH, dan M Iqbal. Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi-saksi korban Pspt (16), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan korban bernama Fsrh dan ibunya juga Pspt.

Perkara tersebut bermula pada tanggal 24 Februari 2015, sekitar pukul 14.30 WIB, sepedamotor YANG dikendarai Pspt dan Monalisa mogok karena kehabisan bensin di Jalan Menara, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Tak berselang lama, korban melintas di lokasi yang sama dan Pspt meminta Fsrh berhenti dan meminta uang sebesar Rp10 ribu untuk membeli bensin.

Saat itu, Fsrh mengaku tidak memiliki uang sebesar Rp10 ribu, sehingga Pspt merogoh bagasi depan sepedamotor milik korban dan menemukan 1 unit handphone. Sambil memegang handphone itu, Pspt kembali meminta uang sebesar Rp10 ribu kepada Fsrh, namun korban tak juga memberikan uang sebesar Rp10 ribu karena tidak memilikinya.

Dalam rasa kekesalan, Pspt memukulkan helmnya ke kepala Fsrh dan mengembalikan handphone yang sempat dikuasainya itu kepada korban. Karena tak mendapatkan uang itu, Pspt dan Monalisa menyuruh Fsrh pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Sepeninggalan Fsrh itu, ternyata dia mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada sang ibu tercinta. Tak senang atas perbuatan Pspt dan Monalisa, sang ibu dan Fsrh mencari dan mengejar Pspt dilokasi kejadian dan berhasil menangkap pelaku di Simpang Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Selanjutnya, Pspt bersama Monalisa dibawa ke Polres Labuhanbatu dan dilaporkan melakukan perbuatan tindak pidana Pasal 365 ayat (2) ke-2 Junto Pasal 368 KUHPidana. Atas perkara itu, Pspt dan Monalisa terancam hukuman maksimal 12 tahun.

Dalam kesaksiannya, Fsrh mengakui Handphone miliknya diambil oleh Pspt dari Bagasi sepedamotor miliknya. Dalam hal ini, Hakim Mince sempat menduga bagasi yang dimaksud adalah bagasi di bawah jok sepedamotor. “Dari bagasai depan. Bukan bagasi dibawah tempat duduk,” kata Fsrh mengklarifikasi sangkaan Hakim Mince itu.

Sedangkan saksi Pspt, semula mengaku tidak ada mengambil handphone milik Fsrh, namun karena merasakan ada tekanan dari JPU Erna dan Hakim Mince, Pspt dengan tertunduk dan air mata memenuhi kelopak matanya, akhirnya mengaku ada mengambilnya. “Ada (diambil),” kata Pspt sambil menunduk.

Namun sangat disayangkan, Majelis Hakim Jhonson FE Sirait, Mince S Ginting SH, dan M Iqbal tidak menggali dan tidak mengupayakan terungkapnya fakta proses pengembalian handphone milik Fsrh dalam memenuhi unsure pencurian. Baik JPU Erna maupun Jhonson FE Sirait, Mince S Ginting SH, upaya mengungkap fakta kejadian selalu terhenti dikala saksi-saksi telah mengakui adanya peristiwa pengambilan handphone milik Fsrh.

“Kemarin saat perdamaian (diversi,red), sudah diakui bersalah. Saya bertanya kepada mu (Pspt), apakah kesaksian mu ini untuk menyelematkan terdakwa (Monalisa,red),”kata Mince kepada Pspt untuk menggali kebenaran peristiwa namun upaya itu tidak dilanjutkan untuk menggali proses pengembalian handphone tersebut setelah Pspt mengakui handphone tersebut ada diambil.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), Alan Baskara yang ditemui diruang kerjanya mengakui Handphone tersebut dikembalikan oleh pelaku pada saat kejadian. Kasipidum Kejaksaan Negeri Rantauprapat itu menyebutkan, peristiwa pengambilan handphone ada dilakukan, namun cara pengambilan berbeda dengan keterangan saksi Pspt disaat persidangan.

“Kalau itu saya tau kali. Ada hanphone diambilnya dan dikembalikan lagi,” kata Alan Baskara beberapa waktu lalu sembari memperagakan handphone diambil dari tangan Fsrh dan dikembalikan lagi ke tangan korban itu. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.